Bill dan Hillary Clinton Bersaksi Soal Kasus Epstein, Bisa Jadi Bumerang untuk Trump
SinPo.id - Mantan Presiden AS Bill Clinton dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton akhirnya bersaksi di hadapan House Oversight Committee terkait kasus Jeffrey Epstein. Langkah ini dinilai bisa menjadi preseden yang berpotensi merugikan Presiden Donald Trump.
Bill Clinton dijadwalkan memberikan kesaksian pada Jumat, sehari setelah Hillary Clinton menjalani pemeriksaan tertutup. Hillary menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki informasi terkait Epstein.
"I had no idea about their criminal activities. I never flew on his plane or visited his island, homes, or offices. I have nothing to add to that," kata Hillary Clinton.
Meski tidak ada tuduhan kriminal terhadap Trump maupun pasangan Clinton, keduanya disebut berkali-kali dalam berkas Departemen Kehakiman terkait Epstein. Kehadiran Clinton di komite disebut bisa membuka pertanyaan baru, termasuk mengapa tokoh Partai Republik yang juga disebut dalam berkas tidak diminta bersaksi.
Bill Clinton sendiri pernah tercatat terbang bersama Epstein sebanyak 16 kali antara 2002–2003. Ia membantah mengetahui kejahatan Epstein dan menyatakan telah menjauh sebelum Epstein ditangkap pada 2019.
Demokrat menilai kesaksian Clinton bisa memperdalam penyelidikan, sementara sebagian pihak melihatnya sebagai panggung politik GOP untuk mengalihkan sorotan dari Trump. Namun, pengakuan mantan presiden di bawah sumpah juga bisa menjadi senjata balik yang memperumit posisi Trump, terutama jika Demokrat menguasai kembali mayoritas di DPR.
Kasus ini menambah babak baru dalam perseteruan panjang antara Trump dan Clinton, sekaligus menegaskan bahwa bayang-bayang Epstein masih menghantui politik Amerika.
