Amelia Minta Kemlu Petakan dan Pastikan Keselamatan WNI di Meksiko
SinPo.id - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melakukan pemetaan menyeluruh terhadap jumlah dan persebaran WNI di Meksiko demi memastikan perlindungan di tengah kerusuhan.
Menurut dia, perkembangan situasi kerusuhan yang terjadi di Meksiko harus dipandang secara serius, bukan hanya sebagai persoalan domestik negara tersebut, tetapi sebagai dinamika keamanan kawasan yang berpotensi memiliki implikasi lintas negara.
"Situasi ini sudah pasti berdampak langsung terhadap keselamatan warga negara Indonesia yang berada di wilayah Meksiko," kata Amelia di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.
Dia mengatakan Kemlu juga perlu meningkatkan komunikasi langsung dengan komunitas WNI di Meksiko, serta penyediaan jalur evakuasi darurat apabila situasi memburuk.
"Sistem komunikasi krisis harus aktif selama 24 jam dengan koordinasi erat bersama otoritas keamanan setempat," kata Wakil Rakyat dari Dapil Jawa Tengah (Jateng) VII itu.
Selain itu, Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini menyebut koordinasi lintas perwakilan diplomatik juga perlu diperkuat. Koordinasi itu tidak hanya dengan perwakilan RI di Meksiko, tetapi juga dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC, serta perwakilan RI di negara-negara sekitar kawasan Amerika Tengah dan Amerika Utara.
"Pendekatan ini penting untuk memastikan skenario kontinjensi regional apabila diperlukan relokasi atau bantuan lintas yurisdiksi," katanya.
Sebelumnya, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum meminta warganya untuk tetap tenang menyusul tewasnya gembong narkoba Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho dalam operasi militer.
Dia mengakui adanya kerusuhan pascaoperasi dan merujuk laporan Kementerian Pertahanan tentang 'berbagai blokade dan reaksi lain'.
"Kami bekerja setiap hari demi perdamaian, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan Meksiko," kata Sheinbaum.
