Terbukti Berdampak Positif, Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun hingga September

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 23 Februari 2026 | 16:51 WIB
Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa (SinPo.id/tangkap layar)
Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa (SinPo.id/tangkap layar)

SinPo.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan akan memperpanjang masa penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di sektor perbankan hingga September 2026. 

"Penempatan Rp200 triliun saat jatuh tempo pada 13 Maret 2026 nanti akan langsung diperpanjang enam bulan ke depan," kata kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Purbaya menyampaikan, dana yang bersumber dari saldo anggaran
lebih (SAL) ini, diharapkan semakin memperkuat likuiditas perbankan, sehingga penyaluran kredit terus bertumbuh. Untuk itu, ia meminta perbankan lebih agresif lagi dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor riil agar menggerakkan roda ekonomi.

"Jadi, bank tidak perlu khawatir kehilangan likuiditas karena pemerintah akan terus mendukung likuiditas di pasar. Kami mengharapkan bank lebih bersemangat lagi cari debitur dengan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian," ujarnya.

Menurut Purbaya, kebijakan penempatan dana sejak September 2025 hingga Januari 2026, terbukti berdampak positif dalam  mendorong penurunan suku bunga deposito dan kredit. Di mana, suku bunga kredit  turun ke 8,80 persen per Januari 2026 dibanding Januari tahun lalu berada pada level 9,20 persen.

Kemenkeu dan Bank Indonesia (BI), lanjut Purbaya, akan terus mendorong pertumbuhan kredit melalui koordinasi kebijakan penempatan dana ini.

"Komitmen koordinasi kebijakan yang disepakati dengan Bank Indonesia akan terus dijaga. Kami bertemu Gubernur BI Jumat pekan lalu untuk konsolidasi kebijakan," ujarnya.

Purbaya menerangkan, perpanjangan penempatan dana Rp 200 triliun ini akan dievaluasi kembali pada September, atau enam bulan setelahnya.

"Harapannya, ekonomi sudah semakin bergerak lebih tinggi, berbagai program strategis pemerintah sudah semakin terlihat hasilnya. Danantara sudah semakin berperan, dan dana non resident sudah semakin banyak banyak amsuk ke Indonesia dengan kinerja ekonomi dan kepercayaan Indonesia yang terus membaik," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI