Gempa di Sabah, Malaysia Catat Getaran Terkuat

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 23 Februari 2026 | 05:00 WIB
Ilustrasi. (SinPo.id/Istimewa)
Ilustrasi. (SinPo.id/Istimewa)

SinPo.id -  Senin dini hari 23 Februari 2026, gempa berkekuatan 7,1 SR mengguncang pesisir utara Borneo, tepatnya di lepas pantai Sabah. United States Geological Survey (USGS) mencatat pusat gempa berada di kedalaman sekitar 620 km di bawah Laut Sulu, 55 km barat laut Kota Belud, tak jauh dari ibu kota Sabah, Kota Kinabalu. Seismolog menyebutnya sebagai peristiwa langka: gempa besar dengan fokus sangat dalam di wilayah yang jarang mengalami guncangan kuat.

Meski kekuatannya besar, kedalaman ekstrem membuat dampak di permukaan jauh lebih ringan dibanding gempa dangkal. Guncangan terasa hingga Sarawak, Brunei, dan Filipina selatan, namun laporan awal menunjukkan kerusakan hanya minor. Tidak ada tsunami, dan operasi di bandara maupun pelabuhan berjalan normal.

Di Kota Kinabalu dan kawasan resort seperti Manukan, Gaya, serta Sapi, wisatawan dan warga berhamburan keluar hotel, homestay, dan rumah panggung. Hotel-hotel menerapkan prosedur evakuasi darurat, sementara otoritas segera menenangkan publik dengan pernyataan resmi bahwa ancaman tsunami tidak ada.

Sabah, yang berada di luar “Ring of Fire” Pasifik, jarang mengalami gempa besar. Peristiwa ini tercatat sebagai salah satu gempa terkuat yang pernah direkam di Malaysia, bahkan melampaui gempa Ranau 2015 yang menewaskan pendaki di Gunung Kinabalu. Para ahli menekankan bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting akan risiko seismik di kawasan wisata yang sangat bergantung pada citra aman dan ramah keluarga.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI