Laporan NYT: Khamenei Siapkan Suksesi Darurat di Tengah Ancaman Serangan AS

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 23 Februari 2026 | 07:41 WIB
IRAN
IRAN

SinPo.id -  Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei disebut telah menyiapkan rencana suksesi rinci serta rantai komando darurat jika dirinya atau para pemimpin puncak Iran tewas dalam potensi serangan Amerika Serikat atau Israel.

Laporan tersebut diungkap oleh The New York Times pada Minggu 23 Februari 2026 di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan ancaman aksi militer.

Menurut laporan itu, Iran memandang serangan AS sebagai sesuatu yang “tak terelakkan dan segera terjadi.” Dalam konteks tersebut, Teheran meningkatkan status siaga militer ke level tertinggi.

Larijani Diberi Peran Sentral

Khamenei disebut menunjuk Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, untuk memegang kendali krisis nasional.

Larijani, mantan komandan Garda Revolusi dan politisi senior, dilaporkan kini mengawasi penanganan diplomasi nuklir dengan Washington, koordinasi dengan Rusia, Qatar, dan Oman, hingga perencanaan perang.

Meski diberi kewenangan luas, Larijani disebut bukan kandidat suksesor Pemimpin Tertinggi karena bukan ulama senior Syiah.

Selain Larijani, sejumlah nama lain masuk dalam lingkar inti pengambilan keputusan darurat, termasuk penasihat militer senior Mayjen Yahya Rahim Safavi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.

AS Buka Peluang Negosiasi Terakhir

Di sisi lain, pejabat senior AS kepada Axios menyatakan Washington bersedia mengirim negosiator ke Jenewa pada Jumat mendatang jika Iran mengajukan proposal baru dalam 48 jam ke depan.

Perundingan sebelumnya dimediasi Oman dan kembali digelar pekan lalu di Jenewa, setelah AS mengerahkan dua kapal induk dan sejumlah besar kekuatan militer ke kawasan.

Utusan AS untuk perundingan, Steve Witkoff, dilaporkan menunggu draf proposal terbaru dari Teheran. Seorang pejabat AS menyebut peluang diplomasi ini kemungkinan menjadi kesempatan terakhir sebelum opsi militer besar diluncurkan.

Iran Siaga Penuh

Menurut laporan tersebut, Iran telah menempatkan sistem rudalnya di dekat perbatasan Irak serta di sepanjang Teluk Persia. Latihan militer dan uji coba rudal juga disebut terus digelar, termasuk di Selat Hormuz.

Di dalam negeri, aparat keamanan termasuk milisi Basij dilaporkan bersiap mengamankan kota-kota besar jika konflik pecah, guna mencegah gelombang protes anti-pemerintah.

Media oposisi Iran International melaporkan adanya aksi mahasiswa di sejumlah universitas besar di Teheran dan kota lain yang memperingati korban tewas dalam demonstrasi sebelumnya.

Antisipasi Pasca Perang 12 Hari

Langkah-langkah darurat ini disebut sebagai pelajaran dari konflik 12 hari dengan Israel pada Juni lalu, yang menewaskan sejumlah petinggi militer Iran dalam serangan awal.

Khamenei dilaporkan telah menunjuk hingga empat lapis suksesi untuk posisi militer dan pemerintahan yang berada di bawah kewenangannya, guna memastikan kesinambungan rezim jika terjadi serangan langsung.

Meski situasi memanas, jalur diplomasi masih terbuka tipis. Namun pejabat AS memperingatkan, tanpa proposal konkret dari Iran dalam waktu dekat, peluang kesepakatan nuklir bisa tertutup dan digantikan eskalasi militer besar di kawasan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI