Legislator Sebut Penyelundupan Dua Ton Narkoba Libatkan Jaringan Terorganisir

Laporan: Galuh Ratnatika
Minggu, 22 Februari 2026 | 20:54 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsyi (SinPo.id/Sigit Nuryadin)
Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsyi (SinPo.id/Sigit Nuryadin)

SinPo.id - Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, menyebut penyelundupan dua ton narkoba melibatkan jaringan terorganisasi, mulai dari pemodal, pengendali distribusi, hingga operator lapangan.

Sehingga, penangkapan terhadap anak buah kapal (ABK) dinilai tidak serta merta menyelesaikan perkara, dan aparat harus memburu aktor intelektual yang berada di balik jaringan besar tersebut.

“Seluruh jaringan, mulai dari pemodal, pengatur logistik, hingga operator, harus dimintai pertanggungjawaban pidana. Ini bukan kejahatan kecil, ini kejahatan terstruktur dan masif yang merusak generasi bangsa," kata Aboe, dalam keterangan persnya, Minggu, 22 Februari 2026.

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan hanya dengan menangkap dan menghukum pion-pion lapangan. Penegakan hukum, menurutnya, harus menyentuh akar persoalan.

“Kalau kita hanya menangkap kurir dan ABK, jaringan akan terus tumbuh. Pemberantasan narkoba harus sampai ke akarnya, yakni aktor intelektual dan pemodal besar di baliknya. Tanpa itu, perang terhadap narkoba tidak akan pernah benar-benar dimenangkan,” tegasnya.

Ia pun mendorong aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel dalam mengusut kasus ini agar kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan narkoba tetap terjaga.

“Komisi III DPR RI tentu akan memberikan perhatian serius terhadap penanganan kasus ini. Kita ingin memastikan bahwa hukum ditegakkan secara adil dan menyeluruh, bukan tebang pilih,” pungkasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI