Houthi Kirim Pasukan ke Front Yaman, Truce PBB Terancam Runtuh

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 22 Februari 2026 | 05:18 WIB
Houthi (pixabay)
Houthi (pixabay)

SinPo.id -  Pada 21 Februari, media Al-Ain di Uni Emirat Arab melaporkan bahwa kelompok Houthi tengah melakukan mobilisasi besar-besaran di berbagai front di Yaman. Tujuan dari langkah ini masih belum jelas, namun laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional, terutama terkait Iran, serta perselisihan kebijakan antara Arab Saudi dan UEA di Yaman.

Menurut sumber Al-Ain, Houthi mengirimkan pasukan tambahan ke Marib Governorate—wilayah yang kaya minyak—serta ke front Hodeidah di Laut Merah dan perbatasan utara. Mobilisasi ini disebut sebagai upaya untuk “memicu babak baru perang.”

Pasukan besar dilaporkan bergerak dari Amran, 50 km utara Sana’a, dipimpin oleh komandan Mohammed Zaid Yahya Al-Makhdhi alias Abu Ali, menuju front perbatasan utara. Selain itu, komandan Houthi juga dikirim ke Hodeidah, wilayah pelabuhan strategis yang sebelumnya menjadi target serangan Israel.

Pada 18 Februari, Houthi mengirimkan penguatan besar ke Marib di bawah pimpinan Khaled Mohammed Al-Nadhari alias Abu Ayman. Pasukan ini disebut telah menjalani pelatihan intensif di kamp militer Sana’a sebelum diterjunkan.

Mobilisasi ini berpotensi mengguncang gencatan senjata yang ditengahi PBB sejak 2022, yang selama tiga tahun terakhir berhasil menurunkan intensitas bentrokan. Namun, langkah terbaru Houthi bisa mengembalikan konflik ke titik awal.

Pengamat menilai, eskalasi ini mungkin terkait dengan strategi kelompok-kelompok yang didukung Iran, termasuk Hezbollah di Lebanon dan milisi di Irak, yang belakangan juga meningkatkan retorika ancaman terhadap AS dan Israel.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI