Legislator Gerindra Tekankan Kesiapan Transportasi Lebaran

Laporan: Juven Martua Sitompul
Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:17 WIB
Pemudik di Terminal Kampung Rambutan (SinPo.id/ Ashar)
Pemudik di Terminal Kampung Rambutan (SinPo.id/ Ashar)

SinPo.id - Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti memberikan sejumlah catatan terkait persiapan mudik Lebaran 2026. Kebutuhan penerangan jalan, khususnya pada sektor transportasi darat di berbagai daerah yang paling disorot. 

Ini disampaikan Novita dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kompleks Parlemen, Jakarta. Dalam forum tersebut, Novita menekankan kesiapan transportasi jelang musim mudik.

"Untuk Dirjen Perhubungan Darat, kebutuhan akan lampu penerangan masih cukup banyak. Di Jawa Tengah masih ada daerah yang gelap, di NTT juga masih banyak, termasuk di Palembang dan sekitarnya. Karena kami DPR RI cakupannya nasional, maka banyak aspirasi dari berbagai daerah yang kami terima," kata Novita dalam keterangannya, Sabtu, 21 Februari 2026. 

Di Dapilnya, Novita juga meminta perhatian terhadap kebersihan dan optimalisasi Terminal Tipe A, khususnya di Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah. Dia menilai pengelolaan Terminal Tipe A Cilacap masih belum maksimal, terutama dari sisi kebersihan dan pemanfaatan fasilitas.

Selain itu, jelang arus mudik lebaran, Legislator dari Fraksi Partai Gerindra ini turut menekankan pentingnya kesiapan armada transportasi darat, terutama bus. Novita berharap program mudik gratis tetap berjalan dan jumlah armada tidak dikurangi, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat.

"Kami mohon agar armada bus untuk mudik tidak dikurangi. Karena masyarakat tetap berharap adanya program mudik gratis tahun ini," tegasnya.

Pada sektor transportasi udara, Novita meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan evaluasi terhadap jadwal maskapai penerbangan. Hal itu, kata Novita, buntut keluhan masyarakat atas kejadian delay pesawat hingga dua sampai lima jam jangan terulang kembali, terlebih jelang musim mudik nanti.

Novita juga menekankan agar harga tiket pesawat tetap terkontrol sehingga terjangkau masyarakat. Dia pun turut meminta penjelasan terkait status operasional Bandara Kualanamu di Sumatra Utara, serta mendorong perhatian terhadap Bandara Cilacap yang dalam beberapa tahun terakhir tidak aktif beroperasi.

Menurutnya, meskipun tidak digunakan untuk penerbangan reguler, bandara tersebut tetap perlu dimonitor dan dipertimbangkan pemanfaatannya, termasuk opsi pengembangan sebagai sekolah penerbangan.

Di sektor transportasi laut, Novita menyoroti pentingnya pengecekan berkala terhadap kapal penumpang di tengah kondisi cuaca ekstrem. Ketua Umum PP PIRA juga mengingatkan agar alat keselamatan dipastikan sesuai dengan jumlah penumpang guna mencegah adanya korban jiwa.

"Ini menyangkut keselamatan nyawa manusia. Jangan sampai ada kecelakaan kembali," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Novita menyampaikan aspirasi dari Sumatera Selatan terkait percepatan penyelesaian proyek Pelabuhan Tanjung Carat sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Di sektor perkeretaapian, Novita mengapresiasi moda transportasi yang terus menjadi primadona dan semakin diminati masyarakat. Namun, Novita menyoroti soal masih adanya kecelakaan di perlintasan sebidang atau palang pintu kereta api.

Untuk itu, Novita menegaskan adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan keselamatan. Tak hanya itu, Novita meminta agar program padat karya di lingkungan Kementerian Perhubungan dapat disinergikan dengan daerah pemilihan guna mendukung kegiatan dan pemberdayaan masyarakat.

"Terkait program padat karya, mohon bisa disinergikan dengan kita di Dapil bisa dimaksimalkan krn kita butuh kegiatan di dapil," tegas bendahara Fraksi Partai Gerindra ini.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI