Jakpro Klaim Perkuat Pembangunan Berbasis Warga
SinPo.id - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menyatakan komitmennya memperkuat pembangunan yang berangkat dari kebutuhan warga, partisipasi publik, dan keberlanjutan lingkungan untuk mendukung Jakarta menjadi kota global yang berdaya saing.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan, pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kualitas hidup dan pemerataan manfaat pembangunan.
“Penguatan ini tidak hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas hidup, pemerataan manfaat pembangunan, dan daya saing kota secara global,” kata Iwan di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.
Iwan menyebut, dalam satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, arah pembangunan Jakarta menunjukkan penguatan pendekatan berbasis kebutuhan warga dan keberlanjutan.
Menurut dia, Jakpro menerjemahkan kebijakan tersebut ke dalam proyek infrastruktur, pengelolaan aset, serta investasi yang dampaknya terukur secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Sepanjang tahun pertama kepemimpinan tersebut, pembangunan tidak semata dipahami sebagai proses fisik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi warga,” tuturnya.
Jakpro, kata Iwan, berupaya menerapkan pendekatan itu dalam pengelolaan sejumlah aset strategis kota. Beberapa di antaranya ialah operasional LRT Jakarta, Jakarta International Stadium, Taman Ismail Marzuki, dan Jakarta International Velodrome.
Menurut Iwan, aset-aset tersebut dioptimalkan bukan hanya sebagai infrastruktur, melainkan juga ruang interaksi sosial. Menurut dia, Jakpro juga mendorong keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tenaga kerja lokal, sekaligus memperkuat konektivitas kawasan yang ramah publik dan mendukung target dekarbonisasi kota.
“Seluruh langkah tersebut diarahkan agar manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujar Iwan.
Dia menegaskan, setiap inisiatif perusahaan harus memberikan dampak nyata dan terukur. “Kami tidak berhenti pada pembangunan fisik. Aset strategi kota harus hidup, produktif, dan memberi nilai tambah bagi warga,” imbuhnya.
Jakpro, lanjut Iwan, tidak hanya berfokus pada penyelesaian proyek, tetapi juga memastikan setiap tahapan pembangunan dan pengelolaan dijalankan dengan tata kelola yang kuat serta prinsip keberlanjutan yang terintegrasi.
“Ini bertujuan agar arah pembangunan kota benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.

