Rosan Sebut Freeport Bakal Tambah Investasi Rp337 Triliun dalam 20 Tahun

Laporan: Tio Pirnando
Jumat, 20 Februari 2026 | 16:58 WIB
Menteri Investasi Rosan dan Menko Airlangga sedang berbincang (SinPo.id/ Tangkapan layar)
Menteri Investasi Rosan dan Menko Airlangga sedang berbincang (SinPo.id/ Tangkapan layar)

SinPo.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan, perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS), Freeport-McMoRan, menyatakan komitmennya untuk menggelontorkan investasi besar-besaran di Indonesia hingga 20 tahun ke depan. 

Komitmen tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani Freeport-McMoRan bersama pemerintah Indonesia.

"Kemarin juga sudah ditandatangani kesepakatan MoU antara Freeport dan juga Pemerintah Indonesia dalam hal ini kami mewakili atas mandat yang diberikan kepada kami," kata Rosan dalam konferensi pers virtual, Jumat, 20 Februari 2026. 

Rosan menjelaskan, melalui MoU tersebut, Freeport berencana menambah investasi senilai US$ 20 miliar atau setara Rp 337,6 triliun (kurs Rp 16.884/dolar) dalam jangka 20 tahun ke depan.

"Pihak Freeport diharapkan bisa meningkatkan investasinya kurang lebih dalam 20 tahun ke depan dengan nilai US$ 20 miliar," ujar Rosan.

Ia berharap, kesepakatan ini dapat memberikan dampak positif bagi penerimaan negara. Pemerintah memproyeksikan kontribusi besar dari investasi ini akan masuk melalui penerimaan pajak, berupa peningkatan setoran pajak negara secara signifikan. 

Kemudian, pendapatan Non-Pajak, yaitu royalti  dan bagi hasil yang lebih besar. Termasuk kontribusi hlirisasi, berupa penguatan rantai pasok industri pertambangan dalam negeri.

"Langkah ini akan memberikan dampak positif yang nyata, baik dari segi penerimaan pajak dan yang lain-lainnya. Oleh sebab itu ini tentunya akan ditindaklanjuti, sehingga akan menjadi definitive agreement dalam waktu yang tidak lama," pungkas Rosan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI