Gubernur DKI Jakarta Yakin Harga Cabai Keriting Normal dalam Dua Pekan

Laporan: Sigit Nuryadin
Jumat, 20 Februari 2026 | 09:32 WIB
Ilustrasi pedagang cabai di Pasar Kramat Jati. (SinPo.id/Ashar)
Ilustrasi pedagang cabai di Pasar Kramat Jati. (SinPo.id/Ashar)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meyakini harga cabai keriting di Ibu Kota akan kembali normal dalam satu hingga dua minggu ke depan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Pramono, menyiapkan intervensi distribusi dan pengendalian harga untuk meredam lonjakan di tingkat konsumen.

“Saya yakin dalam satu minggu dua minggu ke depan pasti bisa harga cabai di Jakarta normal kembali,” kata Pramono dalam keterangannya dikutip  Jumat, 20 Februari 2026.

Dia mengatakan Pemprov Jakarta akan membeli cabai dan menjualnya kepada pengecer atau pedagang dengan memberikan margin keuntungan Rp 5.000. Menurut dia, langkah ini ditempuh untuk mengendalikan inflasi daerah yang dipicu kenaikan harga komoditas pangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menyebut harga cabai rawit merah di tingkat petani Sulawesi Selatan berada di kisaran Rp 45.000 per kilogram. Adapun di Pulau Jawa berkisar Rp 60.000 hingga Rp 80.000 per kilogram.

Di tingkat konsumen, kata dia, harga rata-rata cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati mencapai Rp 75.000 sampai Rp 90.000 per kilogram untuk kualitas terbaik. Disparitas harga ini dinilai cukup besar sehingga diperlukan intervensi pasokan.

Untuk menekan harga, dia menyebut Badan Pangan Nasional akan melakukan Fasilitasi Distribusi Pangan dengan membeli cabai dari Pulau Jawa dan/atau Sulawesi Selatan. 

"Komoditas itu kemudian didistribusikan melalui pedagang di Pasar Induk Kramat Jati dengan harga pengecer maksimal sesuai ketentuan margin yang ditetapkan," tuturnya. 

Selain itu, Hasudungan mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan mendatangkan cabai dari Sulawesi Selatan sebanyak 2–3 ton per hari menggunakan skema harga Pasar Induk Kramat Jati. 

"Dinas KPKP juga akan melakukan monitoring untuk memastikan harga penjualan dari pedagang pengecer ke konsumen sesuai harga yang ditentukan," ujarnya. 

Hasudungan memperkirakan dalam dua minggu ke depan harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati akan turun bertahap. 

"Penurunan diproyeksikan terjadi seiring mulai panennya sejumlah sentra produksi, antara lain Pangalengan, Cimenyan, Garut, Sumedang, Semarang, Sleman, Magelang, Mojokerto, Blitar, dan Banyuwangi," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI