BGN Tegaskan Keracunan Massal di Purworejo Bukan dari MBG

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 18 Februari 2026 | 17:04 WIB
Ilustrasi petugas SPPG menyiapkan menu makan bergizi gratis. (SinPo.id/Ashar)
Ilustrasi petugas SPPG menyiapkan menu makan bergizi gratis. (SinPo.id/Ashar)

SinPo.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan, kejadian puluhan warga yang mengalami gejala keracunan di Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tidak berkaitan dengan Program Makan Bergizi (MBG). Informasi yang mengaitkan kejadian tersebut dengan SPPG BGN adalah tidak benar. 

"Kami telah melakukan penelusuran dan memastikan bahwa peristiwa ini tidak berasal dari SPPG milik BGN. Kegiatan tersebut merupakan acara kenduri masyarakat dengan konsumsi dari katering yang dipesan secara mandiri," kata Kepala Regional SPPI Jawa Tengah, Reza Mahendra, dalam keterangannya, Rabu, 18 Februari 2026. 

 Reza menjelaskan, hasil penelusuran awal, peristiwa itu terjadi setelah warga mengonsumsi makanan dari katering dalam acara kenduri/selamatan Ruwahan yang digelar secara mandiri oleh masyarakat. 

Laporan kronologis menunjukkan, makanan yang dikonsumsi warga berupa nasi kotak hasil pemesanan dari katering RM H. Dargo Purworejo. Menu yang disajikan antara lain nasi putih, sambal goreng tempe, sambal goreng ampela ati, perkedel kentang, ayam goreng, dan telur puyuh. Sehari setelah acara, sejumlah warga mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan pusing.

Beberapa warga menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat, sementara puluhan lainnya telah diperiksa dan dinyatakan membaik. Penanganan medis dilakukan oleh tenaga kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, termasuk pemantauan dan identifikasi awal terhadap dugaan sumber makanan. 

Oleh karenanya, tegas Reza, kejadian itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan program MBG. Ia lantas mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. 

BGN berharap informasi yang beredar di ruang publik kembali pada fakta yang sebenarnya, serta mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan akurasi dan kehati-hatian dalam menyampaikan informasi demi menjaga ketenangan dan kepercayaan masyarakat.

"Klarifikasi ini penting untuk meluruskan pemberitaan yang beredar. Kami mendukung proses investigasi oleh Dinas Kesehatan agar penyebabnya dapat dipastikan secara ilmiah dan transparan," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI