Mendag Tegaskan MBG Bukan Pemicu Kenaikan Harga Daging Ayam

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 18 Februari 2026 | 13:12 WIB
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso. (SinPo.id/Ashar)
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso. (SinPo.id/Ashar)

SinPo.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan, naiknya harga daging ayam di pasaran menjelang Ramadan, tidak ada kaitannya dengan program makan bergizi gratis (MBG). Justru, sejak MBG bergulir, harga daging ayam stabil.

"Coba teman-teman lihat, apakah banyak  terus tiba-tiba harga melonjak karena MBG? Kan nggak ada. Semua harga kan bagus juga " kata Budi di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026. 

Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), per 14 Februari 2026, harga rata-rata nasional daging ayam berada di kisaran Rp 40.259 per kilogram. Harga daging ayam secara nasional saat ini melampaui harga acuan pembelian yang dipatok Rp 40.000 per kilogram. 

Menurut Budi, sebelum adanya MBG, harga daging ayam cenderung naik turun lantaran permintaannya fluktuatif. Kondisi ini mendorong ketidakstabilan harga ayam bagi peternak. Namun, setelah MBG berjalan, permintaan daging ayam terus meningkat. 

Informasi itu didapatkan Kemendag setelah berdiskusi dengan pelaku usaha terkait dampak MBG terhadap permintaan dan harga. Dari diskusi itu, Budi menyebut  harga cenderung stabil karena kepastian permintaan untuk program MBG. 

"Sekarang ketika permintaan itu grafiknya begini, ada kepastian, justru produksi, produksi itu ngikutin ya, linear, mengikuti permintaan, sehingga harga malah cenderung stabil," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI