Israel Rencanakan Perluasan Perbatasan Yerusalem ke Tepi Barat yang Diduduki
SinPo.id - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Israel menyuarakan kekhawatiran atas rencana membangun pemukiman baru yang telah ditandatangani oleh pemerintah Israel, dengan memperluas perbatasan Yerusalem ke Tepi Barat yang diduduki.
Usulan pembangunan permukiman baru tersebut muncul di tengah meningkatnya kemarahan internasional atas langkah-langkah yang diambil Israel untuk memperkuat kendalinya atas Tepi Barat secara bertahap.
Pembangunan yang telah direncanakan tersebut diumumkan oleh Kementerian Konstruksi dan Perumahan Israel secara resmi. Rencananya, Israel akan memperluas wilayah ke arah barat dari pemukiman Geva Binyamin, atau Adam, yang terletak di timur laut Yerusalem di Tepi Barat.
"Perjanjian pembangunan tersebut mencakup pembangunan sekitar 2.780 unit rumah untuk pemukiman tersebut, dengan investasi sekitar 120 juta shekel Israel (sekitar USD 38,7 juta)," kata Kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, dilansir dari CNA, Rabu, 18 Februari 2026.
Namun, area yang akan dikembangkan terletak di sisi Yerusalem dari tembok pemisah yang dibangun oleh Israel pada awal tahun 2000-an, sementara Geva Binyamin berada di sisi Tepi Barat dari tembok pemisah tersebut, dan keduanya dipisahkan oleh jalan.
Diketahui, Israel telah menduduki Yerusalem Timur sejak tahun 1967 dan kemudian mencaploknya dalam langkah yang tidak diakui oleh komunitas internasional. Namun, warga Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.
