BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jabodetabek 17–18 Februari 2026

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 17 Februari 2026 | 03:54 WIB
Hujan deras mengguyur Jakarta dari pagi menyebabkan banjir setinggi 40 cm di Jalang Gunung Sahari depan Mangga Dua Square (Ashar/SinPo.id)
Hujan deras mengguyur Jakarta dari pagi menyebabkan banjir setinggi 40 cm di Jalang Gunung Sahari depan Mangga Dua Square (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Jabodetabek pada 17–18 Februari 2026. Sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat memicu dampak hidrometeorologi seperti genangan, banjir, serta gangguan aktivitas masyarakat.

Menurut prakiraan BMKG, pada 17 Februari 2026 wilayah yang masuk kategori Waspada atau berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi:

Kota Tangerang

Kota Tangerang Selatan

Kabupaten Tangerang

Jakarta Pusat

Jakarta Timur

Kabupaten Bekasi

Kota Bekasi

Kabupaten Bogor

Kota Depok

Sementara itu, wilayah yang berkategori Siaga atau berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat mencakup:

Jakarta Utara

Jakarta Barat

Jakarta Selatan

Kepulauan Seribu

BMKG menyatakan wilayah dengan kategori Awas atau hujan sangat lebat hingga ekstrem pada tanggal tersebut nihil. Selain itu, tidak ada potensi angin kencang yang tercatat untuk Jabodetabek pada 17 Februari.

Memasuki 18 Februari 2026, wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat atau berkategori Waspada mencakup:

Jakarta Pusat

Jakarta Timur

Kabupaten Bekasi

Kota Bekasi

Kabupaten Bogor

Kota Bogor

Sedangkan wilayah dengan kategori Siaga atau potensi hujan lebat hingga sangat lebat adalah:

Kota Tangerang

Kota Tangerang Selatan

Kabupaten Tangerang

Jakarta Utara

Jakarta Barat

Jakarta Selatan

Kepulauan Seribu

Kota Depok

BMKG menegaskan tidak ada wilayah di Jabodetabek yang masuk kategori Awas serta tidak ada potensi angin kencang pada 18 Februari.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan genangan dan banjir. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.

Selain Jabodetabek, BMKG juga memaparkan dinamika atmosfer yang memengaruhi cuaca nasional. Wilayah bertekanan rendah terpantau berada di Teluk Carpentaria dan Samudra Hindia Barat Banten. Sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudra Hindia Barat Lampung dan Samudra Pasifik Utara Papua yang membentuk konvergensi dan konfluensi memanjang.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. BMKG juga mencatat fenomena La Nina lemah masih berpengaruh, ditambah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuator, Kelvin, dan Low Frequency yang turut memicu pertumbuhan awan hujan.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui situs resmi www.bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, maupun media sosial resmi @infobkg.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI