BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jabodetabek 17–18 Februari 2026
SinPo.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Jabodetabek pada 17–18 Februari 2026. Sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat memicu dampak hidrometeorologi seperti genangan, banjir, serta gangguan aktivitas masyarakat.
Menurut prakiraan BMKG, pada 17 Februari 2026 wilayah yang masuk kategori Waspada atau berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi:
Kota Tangerang
Kota Tangerang Selatan
Kabupaten Tangerang
Jakarta Pusat
Jakarta Timur
Kabupaten Bekasi
Kota Bekasi
Kabupaten Bogor
Kota Depok
Sementara itu, wilayah yang berkategori Siaga atau berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat mencakup:
Jakarta Utara
Jakarta Barat
Jakarta Selatan
Kepulauan Seribu
BMKG menyatakan wilayah dengan kategori Awas atau hujan sangat lebat hingga ekstrem pada tanggal tersebut nihil. Selain itu, tidak ada potensi angin kencang yang tercatat untuk Jabodetabek pada 17 Februari.
Memasuki 18 Februari 2026, wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat atau berkategori Waspada mencakup:
Jakarta Pusat
Jakarta Timur
Kabupaten Bekasi
Kota Bekasi
Kabupaten Bogor
Kota Bogor
Sedangkan wilayah dengan kategori Siaga atau potensi hujan lebat hingga sangat lebat adalah:
Kota Tangerang
Kota Tangerang Selatan
Kabupaten Tangerang
Jakarta Utara
Jakarta Barat
Jakarta Selatan
Kepulauan Seribu
Kota Depok
BMKG menegaskan tidak ada wilayah di Jabodetabek yang masuk kategori Awas serta tidak ada potensi angin kencang pada 18 Februari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan genangan dan banjir. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.
Selain Jabodetabek, BMKG juga memaparkan dinamika atmosfer yang memengaruhi cuaca nasional. Wilayah bertekanan rendah terpantau berada di Teluk Carpentaria dan Samudra Hindia Barat Banten. Sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudra Hindia Barat Lampung dan Samudra Pasifik Utara Papua yang membentuk konvergensi dan konfluensi memanjang.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. BMKG juga mencatat fenomena La Nina lemah masih berpengaruh, ditambah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuator, Kelvin, dan Low Frequency yang turut memicu pertumbuhan awan hujan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui situs resmi www.bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, maupun media sosial resmi @infobkg.
