Mentan Ajak HIPMI Percepat Hilirisasi Sektor Pertanian
SinPo.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mempercepat hilirisasi sektor pertanian sebagai strategi membawa Indonesia menjadi pemain utama dalam ekonomi global.
Terlebih, fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah ketahanan pangan, ketahanan energi, serta deregulasi untuk mempercepat investasi dan produksi nasional. Ia pun mengatakan telah diminta Prabowo untuk mempercepat target swasembada pangan.
“Negara kita ini negara besar, penduduknya 286 juta. Kalau satu tahun hampir pasti tidak bisa tercapai kalau tidak ada dukungan penuh kebijakan,” kata Amran, dalam keterangan persnya, dikutip Senin, 16 Februari 2026.
Meski demikian, di tengah tekanan perubahan target dan ancaman El Nino, kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan membuahkan hasil. Karena pada 7 Januari 2026, Indonesia telah mencapai swasembada dalam waktu tercepat sepanjang sejarah.
Namun, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan kebijakan strategis, sinergi lintas kementerian, serta partisipasi dunia usaha, termasuk HIPMI.
“Ini bukan saya. Ini kita semua. HIPMI mengambil bagian dalam pencapaian yang kita lihat hari ini,” ungkapnya.
Kemudian, kata Amran, fase berikutnya adalah hilirisasi besar-besaran sektor pertanian dan perkebunan dengan total dukungan anggaran hingga Rp371 triliun dalam tiga tahun ke depan.
“Hilirisasi itu bukan pilihan, tapi keharusan. Kita punya bahan baku terbesar dunia, tapi nilai tambahnya dinikmati negara lain. Ini yang harus kita ubah,” tegasnya.
Diketahui, data menunjukkan produksi dan stok beras nasional berada pada posisi tertinggi sepanjang Indonesia merdeka. Sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan 10,52 persen dan menjadi salah satu penopang utama PDB nasional.
Bahkan, Indonesia telah memperoleh dua penghargaan dari Food and Agriculture Organization (FAO) atas kontribusi memperkuat sistem pangan global dalam waktu satu tahun.
