India Laporkan Kematian Pertama Akibat Wabah Virus Nipah

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 16 Februari 2026 | 13:38 WIB
Pengecekan suhu mengantisipasi virus Nipah di India (SinPo.id/ EPA)
Pengecekan suhu mengantisipasi virus Nipah di India (SinPo.id/ EPA)

SinPo.id - India melaporkan kematian pertama akibat wabah virus Nipah terbaru, setelah seorang perawat wanita berusia 25 tahun di negara bagian Benggala Barat meninggal di rumah sakit.

"Wanita tersebut telah menerima perawatan di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit di daerah Barasat, mengalami komplikasi, termasuk infeksi paru-paru sekunder, dan mengalami serangan jantung," kata pejabat kesehatan, dilansir dari The Independent, Senin, 16 Februari 2026.

Wanita itu adalah salah satu dari dua kasus yang dikonfirmasi di negara bagian timur tersebut. Namun, pasien kedua, seorang perawat pria berusia 27 tahun dari rumah sakit yang sama, telah pulih dan dipulangkan.

Kasus kematian di India tersebut terjadi beberapa hari setelah WHO mengkonfirmasi seorang wanita meninggal karena virus Nipah di negara tetangga Bangladesh.

Pasien wanita berusia 40-an itu, mengalami gejala yang sesuai dengan Nipah pada tanggal 21 Januari, seperti demam dan sakit kepala, disertai oleh produksi air liur berlebih, disorientasi, dan kejang.

Menurut otoritas setempat, wanita itu tidak memiliki riwayat perjalanan, tetapi telah mengonsumsi getah kurma mentah, lalu meninggal seminggu kemudian dan dipastikan terinfeksi virus nipah.

"Sebanyak 35 orang yang melakukan kontak dengan pasien tersebut dinyatakan negatif virus tetapi terus dipantau," kata WHO.

Diketahui, Nipah adalah virus zoonosis, yang dapat menyebar dari hewan ke manusia. Kelelawar buah dianggap sebagai inang alami utama, meskipun penularan juga dapat terjadi melalui makanan yang terkontaminasi atau kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

Virus itu dapat menyebabkan demam, sakit kepala, dan gejala pernapasan pada tahap awal. Dalam kasus yang lebih parah, dapat menyebabkan ensefalitis atau peradangan otak, dan gagal napas.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI