Kementan Pastikan Stok Ayam Aman, Peternak Siap Suplai Pasar

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 15 Februari 2026 | 12:39 WIB
Ilustrasi peternakan ayam ras (SinPo.id/ Dok. PKH)
Ilustrasi peternakan ayam ras (SinPo.id/ Dok. PKH)

SinPo.id - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi ayam ras di tingkat peternak berjalan normal meskipun muncul isu kenaikan harga daging ayam di Pasar Cibadak, Sukabumi. Karena, saat ini persoalan utama bukan pada ketersediaan, melainkan kelancaran distribusi dari kandang menuju pasar.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Hary Suhada menegaskan, pemerintah berkepentingan agar tidak ada simpul distribusi yang merugikan peternak maupun konsumen.

"Dari sisi ketersediaan, ayam hidup maupun karkas cukup. Karena itu yang perlu diperkuat adalah pengawalan distribusi supaya suplai di pasar tidak terhambat," kata Hary dalam keterangannya, Minggu, 15 Februari 2026. 

Hary menjelaskan, dinamika harga menjelang hari besar keagamaan, biasanya bersifat musiman. Namun, pemerintah tetap melakukan pemantauan ketat.

"Kami terus berkoordinasi dengan dinas daerah untuk memastikan tata niaga berjalan baik, termasuk pengawasan terhadap jalur distribusi agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi," ujarnya.

Dari sisi pelaku usaha, Sekretaris Jenderal PINSAR, Muchlis, memastikan produksi di kandang tidak berkurang. Jika terjadi kenaikan harga di tingkat konsumen yang melebihi harga acuan, hal tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan stok di kandang. 

"Kami melihat adanya potensi persoalan pada mata rantai distribusi yang perlu menjadi perhatian bersama agar tidak merugikan peternak maupun masyarakat," kata Muchlis.

Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional, Herry Dermawan, mengingatkan kabar kekurangan barang bisa memicu kepanikan.

"Begitu muncul kabar kurang barang, kepanikan bisa terjadi. Padahal di kandang ada. Kami siap membantu dinas dan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi berjalan normal," ujarnya.

Berdasarkan pemantauan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat, suplai ayam di wilayah Sukabumi mencapai 48–50 ton per hari dan dinilai cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Meski demikian, terdapat indikasi perlambatan barang yang masuk ke pasar sehingga pengawasan distribusi perlu diperkuat.

Data rapat koordinasi Kementan bersama peternak rakyat, perusahaan budidaya broiler, integrator, hingga asosiasi, mencatat, harga ayam hidup di kandang pada pekan kedua Februari rata-rata Rp 25.000 per kilogram, dan pada 11 Februari sekitar Rp 26.000 per kilogram untuk bobot dua kilogram. Pelaku usaha menilai harga di hulu relatif stabil.

Dengan distribusi yang lebih lancar, peternak berharap ritme panen kembali normal, biaya pemeliharaan tidak membengkak, serta kepastian serapan pasar tetap terjaga. Pemerintah bersama asosiasi pun menyiapkan langkah komunikasi publik agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kepanikan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI