Harga Emas Antam Diperkirakan Bertahan Rp2,950.000–Rp2,960.000 per Gram

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 15 Februari 2026 | 04:35 WIB
emas (pixabay)
emas (pixabay)

SinPo.id -  Prediksi harga emas Antam pada Minggu 15 Februari 2026 diperkirakan stabil di kisaran Rp2.950.000 hingga Rp2.960.000 per gram. Sementara nilai buyback kemungkinan bertahan di kisaran Rp2.740.000 hingga Rp2.750.000.

Harga emas Antam kembali menunjukkan penguatan signifikan pada Sabtu 14 Februari 2026 pagi. Berdasarkan pantauan di laman resmi Logam Mulia, harga emas 1 gram menembus Rp2.954.000, naik Rp50.000 dibandingkan posisi sebelumnya Rp2.904.000 per gram. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi investor emas domestik.

Momentum penguatan terlihat konsisten sejak awal Februari 2026. Tak hanya harga jual, nilai buyback juga ikut naik. Buyback emas Antam kini berada di level Rp2.741.000 per gram, naik Rp53.000 dari posisi sebelumnya.

“Buyback menjadi indikator penting bagi investor yang ingin melepas emas. Perubahan harga buyback biasanya mengikuti tren harga global,” tulis laporan resmi Logam Mulia.

Selain itu, Antam menawarkan emas batangan dalam berbagai denominasi, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Fleksibilitas ini memudahkan masyarakat menyesuaikan anggaran, baik investor ritel maupun investor besar.

Kenaikan harga emas Antam pada Sabtu menambah tren positif logam mulia. Pasar global yang dinamis, penguatan dolar AS, aksi profit taking, serta sentimen geopolitik menjadi faktor utama pergerakan harga. Emas tetap dianggap sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Merujuk data resmi, harga emas Antam per Sabtu 14 Februari 2026 tercatat:

0,5 gram: Rp1.527.000

1 gram: Rp2.954.000

5 gram: Rp14.585.000

10 gram: Rp29.090.000

25 gram: Rp72.560.000

50 gram: Rp144.955.000

100 gram: Rp289.760.000

1.000 gram: Rp2.894.600.000

Dengan tren ini, investor diimbau memperhatikan selisih harga jual dan buyback yang cukup lebar, mencapai Rp200.000–Rp285.000 per gram pada beberapa brand. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya ketidakpastian pasar.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI