Dorong Konsumsi Domestik, Aprindo Targetkan Transaksi Friday Mubarak Tembus Rp119 T

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:33 WIB
Ilustrasi barang-barang yang dijual di ritel modern. (SinPo.id/Shutterstock)
Ilustrasi barang-barang yang dijual di ritel modern. (SinPo.id/Shutterstock)

SinPo.id - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menargetkan transaksi dalam Program Friday Mubarak yang berlangsung 11 Februari hingga 31 Maret 2026 dengan melibatkan sekitar 200 perusahaan ritel, mencapai Rp119 triliun. 

"Target capaian transaksi nasional hingga Rp119 triliun pada penutup program diharapkan menjadi dorongan nyata bagi konsumsi domestik dan optimisme pelaku usaha," kata Ketua Umum Aprindo Solihin dalam keterangan, Sabtu, 14 Februari 2026. 

Solihin menyampaikan, Friday Mubarak  merupakan upaya nyata dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, di tegah ketidakpastian dinamika global. 

Untuk itu, sektor ritel sebagai mitra aktif pemerintah, hadir dalam memastikan distribusi berjalan lancar serta daya beli tetap terjaga. Solihin meyakini, sektor ritel mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

"Friday Mubarak 2026 kami posisikan bukan hanya sebagai program promosi, tetapi sebagai gerakan bersama untuk memperkuat konsumsi domestik dan menjaga stabilitas harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah," ujarnya. 

Menurut Solihin, sektor ritel memegang peran strategis sebagai simpul distribusi nasional, penjaga stabilitas harga di tingkat konsumen, serta penggerak utama konsumsi rumah tangga.

Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 di kisaran lima persen dan target sekitar 5,4 persen di 2026, penguatan konsumsi domestik  kuartal pertama, menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan.

"Ramadhan dan Idul Fitri menjadi periode penting yang mampu mendorong pergerakan ekonomi secara luas di berbagai daerah," ujarnya.

Solihin menekankan momentum Ramadhan tak hanya sebagai lonjakan konsumsi jangka pendek, tetapi juga harus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kuartal yang kuat, menjaga optimisme pelaku usaha serta memberikan kepastian harga dan pasokan bagi masyarakat.

"Di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian, penguatan ekonomi domestik melalui konsumsi nasional menjadi strategi yang rasional dan berkelanjutan," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI