JPO JIS–Ancol Dibangun, Jakpro Sebut Perkuat Konektivitas dan Citra Kota Global
SinPo.id - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium dengan kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol mulai dibangun. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah melakukan peletakan batu pertama proyek tersebut pada 25 Januari 2026.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, mengatakan kehadiran JPO JIS–Ancol merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi Jakarta menuju kota global. Menurut dia, proyek ini menempatkan konektivitas, keselamatan, dan kenyamanan pejalan kaki sebagai prioritas.
“Pendekatan ini memastikan harmoni visual kawasan sekaligus menegaskan identitas Jakarta sebagai kota global yang modern, namun tetap berakar pada nilai lokal,” ujar Iwan di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.
Adapun JPO tersebut dirancang sebagai perpanjangan arsitektur JIS dengan mengadopsi bahasa visual stadion. Fasadnya terinspirasi dari kearifan lokal Betawi, seperti ikat kepala khas Betawi yang melambangkan persatuan, ornamen gigi balang sebagai simbol kejujuran dan keberanian, serta corak loreng macan yang merepresentasikan kekuatan.
Menurut Iwan, konsep desain itu membuat JPO bukan sekadar jalur penyeberangan, melainkan bagian dari pengalaman kawasan. Pada malam hari, kata diajembatan akan dilengkapi sistem pencahayaan yang terintegrasi dengan skema lampu stadion.
“Desain JPO JIS–Ancol mengadopsi elemen visual utama stadion, sehingga tercipta aliran ruang yang menyatu dari area JIS hingga pesisir Ancol,” katanya.
Adapun sebagai badan usaha milik daerah yang mendapat penugasan strategis pembangunan kota, Jakpro memastikan proyek ini dirancang sesuai standar konektivitas kota global. Prinsip integrasi antarmoda, walkability, keselamatan, kenyamanan, serta aksesibilitas universal menjadi dasar perencanaan.
Secara fungsional, JPO sepanjang 466 meter itu disiapkan untuk mengelola arus besar pengunjung JIS yang kerap menjadi lokasi konser internasional dan ajang olahraga. Konektivitas menuju kantong parkir dan destinasi wisata dinilai menjadi kebutuhan mendesak di kawasan tersebut.
“JPO JIS–Ancol menjawab kebutuhan tersebut dan memperkuat citra kawasan sebagai pusat olahraga dan hiburan terpadu dengan standar fasilitas setara kota-kota besar dunia,” ujar Iwan.
Dia menambahkan, konektivitas kawasan juga diperkuat melalui integrasi transportasi publik, mulai dari KRL, Transjakarta, hingga dukungan area parkir di Ancol.
“Dengan konektivitas yang terintegrasi, pengunjung lokal maupun mancanegara dapat menikmati pengalaman yang mulus saat menghadiri acara berskala besar di Jakarta, sekaligus mendukung berbagai agenda strategis kota,” kata dia.

