Legislator Harap Presiden Prabowo Suarakan Kemerdekaan Palestina di Rapat BoP

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 11 Februari 2026 | 19:17 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta berharap Presiden Prabowo Subianto yang akan menghadiri rapat perdana Broad of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat memanfaatkan forum tersebut untuk menegaskan dukungan terhadap Palestina.

"Bagi Indonesia, sesuai dengan yang ditegaskan oleh Presiden Prabowo beberapa kali, kehadiran dalam forum Board of Peace harus dilihat sebagai peluang untuk memperkuat peran aktif kita dalam mendorong perdamaian dunia, sesuai amanat konstitusi," kata Sukamta kepada wartawan, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

"Setiap langkah diplomasi kita, tentu harus berpijak pada kepentingan nasional Indonesia sekaligus konsisten dengan komitmen historis kita terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina," timpalnya.

Dia menyebutkan setidaknya ada tiga hal penting yang perlu ditegaskan pemerintah Indonesia dalam rapat perdana Board of Peace. Legislator dari Fraksi PKS ini mendorong penghentian segala bentuk kekerasan terhadap warga Palestina.

"Mendorong penghentian segera seluruh bentuk kekerasan dan memastikan perlindungan maksimal bagi warga sipil Palestina. Stabilitas dan keamanan merupakan prasyarat utama bagi proses perdamaian yang berkelanjutan," ujarnya.

Selain itu, Sukamta meminta Indonesia menegaskan kembali dukungannya terhadap Palestina. Dia menilai forum itu harus menjadi ruang untuk memperkuat komitmen tersebut.

"Menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan penuh Palestina melalui solusi dua negara yang adil, bermartabat, dan sesuai dengan hukum internasional," katanya.

Dia menekankan pentingnya memastikan setiap agenda rekonstruksi dan pemulihan pascakonflik berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina dan prinsip kedaulatan.

"Perdamaian yang kokoh harus dibangun di atas keadilan, bukan sekadar penghentian konflik sementara," ujar dia.

Sukamta menekankan partisipasi Indonesia dalam forum tersebut merupakan bagian dari diplomasi aktif dan kontribusi nyata dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih stabil dan berkeadilan.

Dia menilai stabilitas global yang berbasis hukum internasional juga berdampak langsung pada keamanan dan kepentingan nasional Indonesia.

"Harapannya, pemerintah dapat memanfaatkan momentum ini untuk mempertegas posisi Indonesia sebagai bangsa yang konsisten memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan," ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan Prabowo akan hadir dalam rapat perdana BoP. "Dapat kami infokan bahwa sebagaimana disampaikan Pak Menlu, pemerintah telah menerima undangan rapat perdana Board of Peace, dan Presiden Prabowo Subianto akan hadir," kata juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela.

Nabyl mengatakan kehadiran Prabowo menjadi penegasan komitmen Indonesia untuk berperan aktif sejak awal. Khususnya, dalam menentukan arah dan kerja Board of Peace.

"Indonesia akan menggunakan Board of Peace untuk memperjuangkan perlindungan warga sipil, mendorong pemulihan dan rekonstruksi Gaza, serta mengupayakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina berdasarkan solusi dua negara," katanya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI