Pemprov DKI Gelar Rangkaian Perayaan Imlek 2026 di Sejumlah Titik Ikonik Jakarta

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 11 Februari 2026 | 14:12 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan rangkaian Perayaan Imlek Jakarta 2026 yang akan digelar di sejumlah titik ikonik Ibu Kota sepanjang Februari hingga awal Maret 2026. Agenda ini disebut sebagai upaya memperkuat kebersamaan dalam keberagaman sekaligus mendongkrak daya tarik pariwisata Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan perayaan Imlek menjadi momentum untuk menegaskan Jakarta sebagai kota inklusif dan terbuka bagi seluruh budaya. 

“Perayaan Imlek Jakarta 2026 kami rancang sebagai perayaan kebersamaan dalam keberagaman. Jakarta merupakan rumah bagi berbagai budaya yang hidup berdampingan,” ujar Rano saat konferensi pers di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu, 11 Februari 2026.

Menurut dia, kegiatan akan tersebar di berbagai ruang publik agar masyarakat dapat merasakan suasana Imlek secara merata. 

“Kami menghadirkan berbagai kegiatan yang tersebar di ruang-ruang publik Jakarta. Tujuannya agar masyarakat dapat merasakan suasana Imlek secara merata di berbagai kawasan,” tuturnya. 

Adapun Salah satu agenda utama ialah Lomba Dekorasi Imlek pada 12–17 Februari 2026 di sepanjang Jalan M.H. Thamrin–Sudirman. Kegiatan ini melibatkan peritel, pengelola gedung, dan pengelola kawasan untuk mempercantik wajah Ibu Kota.

Dia mengatakan, Festival Imlek Jakarta juga akan digelar pada 13–17 Februari 2026 di kawasan Bundaran HI dengan menghadirkan instalasi cahaya, dekorasi bernuansa Imlek, serta pertunjukan seni budaya Tionghoa. 

“Bundaran HI akan menjadi pusat perayaan yang dapat dinikmati masyarakat secara terbuka. Kami ingin menghadirkan pengalaman Imlek yang inklusif di ruang publik,” tutur Rano.

Sedangkan pada 13 Februari 2026, kata dia, Pemprov DKI menggelar Simfoni Imlek Jakarta di Bundaran HI. Pertunjukan ini melibatkan lebih dari 50 alat musik Tionghoa serta tarian Selendang Dendang. 

“Simfoni Imlek menjadi simbol harmoni budaya yang hidup di Jakarta. Pertunjukan ini mencerminkan kolaborasi dan persatuan dalam keberagaman,” ucapnya.

Kemudian rangkaian kegiatan berlanjut dengan Festival Pecinan Jakarta pada 15–17 Februari 2026 di Anjungan Provinsi DKI Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Festival ini menampilkan barongsai, liong, serta instalasi seni bertema sejarah peranakan Jakarta.

Selain itu, lanjutnya, Harmoni Jakarta powered by Jakarta City Branding akan berlangsung pada 15–17 Februari 2026 di Blok M Hub, Jakarta Selatan. Rano menyebut lokasi tersebut dipilih untuk menjangkau generasi muda melalui perpaduan seni Tionghoa dan sentuhan modern.

Lalu pada 16-17 Februari 2026, Semarak Imlek Jakarta akan digelar di Monumen Nasional (Monas) dengan menampilkan video mapping dan instalasi seni. Di waktu yang sama, Jakarta Light Festival – Chinese New Year Edition berlangsung di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. 

“Monas dan Kota Tua akan menjadi ruang ekspresi budaya berbasis teknologi. Kami ingin menghadirkan perayaan Imlek yang modern tanpa meninggalkan nilai budaya,” kata Rano.

Menurut dia, Pemprov DKI juga mengadakan Festival Klenteng Jakarta sepanjang Februari 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan spiritual dan sejarah Jakarta. 

“Klenteng merupakan bagian penting dari sejarah Jakarta. Melalui festival ini, kami mengajak masyarakat untuk menghargai nilai toleransi dan pluralisme,” ujar dia. 

Sebagai penutup, Festival Cap Go Meh Jakarta akan digelar pada 3 Maret 2026 di Pancoran Chinatown Point bekerja sama dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).
Rano berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat menjadi pertunjukan kelas dunia. 

“Rangkaian Perayaan Imlek Jakarta 2026 ini diharapkan menjadi pertunjukan kelas dunia yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat daya tarik pariwisata Jakarta di mata wisatawan domestik dan mancanegara. Sekaligus menegaskan posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif, kreatif, dan berdaya saing internasional,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI