Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Berdikari Siap Perkuat Industri Peternakan Nasional

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 09 Februari 2026 | 09:14 WIB
Ilustrasi peresmian pembangunan Kandang dan Hatchery Grand Parent Stock di Malang. (SinPo.id/dok. Pribadi)
Ilustrasi peresmian pembangunan Kandang dan Hatchery Grand Parent Stock di Malang. (SinPo.id/dok. Pribadi)

SinPo.id - Pembangunan Kandang dan Hatchery Grand Parent Stock (GPS) Broiler oleh PT Berdikari, berlokasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur, merupakan bagian dari program hilirisasi ayam terintegrasi yang diresmikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). 

Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi menyampaikan, saat ini kebutuhan daging ayam nasional mencapai sekitar 5 juta ton per tahun, sementara produksi masih berada di kisaran 4 juta ton dan mayoritas terpusat di Pulau Jawa. 

"Kondisi ini mendorong Berdikari, sebagai BUMN peternakan bagian dari holding pangan ID FOOD, untuk berperan aktif dalam pemerataan produksi dan penguatan ekosistem peternakan nasional," kata Maryadi dalam keterangannya, Minggu, 8 Februari 2026. 
  
Adapun fasilitas kandang dan Hatchery GPS yang dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektare, memiliki kapasitas 18.000 ekor GPS dan diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 900 ribu ekor Parent Stock (PS) dan 130 juta Final Stock (FS).

Bibit PS tersebut akan didistribusikan ke berbagai wilayah di luar Pulau Jawa guna mendukung produksi ayam pedaging yang berkelanjutan, efisien, dan berdaya saing. 
  
Selain memperkuat pasokan protein nasional, Maryadi berharap proyek  ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja, penguatan ekosistem industri peternakan, serta peningkatan aktivitas ekonomi daerah. 

"Pembangunan fasilitas ini turut mendukung program strategis pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis, dengan potensi produksi daging ayam karkas mencapai sekitar 169 juta kilogram," katanya. 

Maryadi menyampaikan, melalui pembangunan Kandang dan Hatchery GPS terintegrasi ini, Berdikari menegaskan perannya dalam mendorong kemandirian protein nasional sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.   

Hadir dalam peresmian yaitu Komisaris Utama PT Berdikari Fernando T. Rorimpandey, Komisaris Independen PT Berdikari Cahaya Dwi Rembulan Sinaga, serta Direktur Keuangan & SDM PT Berdikari Kaspiyah. 
  
Peresmian ini turut dihadiri secara daring oleh CEO Danantara Rosan Roeslani dan CIO Danantara Dony Oskaria, serta secara luring oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Dr. drh. Agung Suganda, Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Indyah Aryani, Bupati Malang Sanusi, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malang Eko Wahyu Widodo, Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo, serta Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero) Rizal H. Damanik. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI