SBY Tegaskan Dukungan Total untuk Pemerintahan Prabowo

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 09 Februari 2026 | 06:11 WIB
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SinPo.id/ Dok. Partai Demokrat)
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SinPo.id/ Dok. Partai Demokrat)

SinPo.id -  Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), secara resmi menyatakan dukungan penuhnya terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. SBY menegaskan bahwa komitmen ini merupakan bentuk tanggung jawab kebangsaan demi menjaga stabilitas dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY dalam acara Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk "New Economy, New Road to Prosperity" yang digelar di Museum dan Galeri SBY-ANI, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat 6 Februari 2026

"Keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo adalah keberhasilan bangsa. Karena itu, saya memberikan dukungan penuh dan akan terus membantu dengan cara yang bisa saya lakukan agar visi dan agenda pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik," tegas SBY melalui rilis resmi yang diterima pada Minggu 8 Februari 2026

Komitmen Moral dan Keberlanjutan

SBY menjelaskan bahwa dukungannya bukan sekadar sikap politik praktis, melainkan komitmen moral untuk memastikan arah pembangunan nasional tetap pada jalurnya. Ia menilai, di tengah dinamika global, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan paradigma "Ekonomi Baru" yang inklusif serta berkelanjutan.

Menurutnya, kemajuan bangsa tidak boleh terjebak dalam siklus politik lima tahunan, melainkan harus memiliki visi jangka panjang agar Indonesia mampu melompat menjadi negara maju.

Tiga Prinsip Utama Pembangunan

Dalam forum tersebut, SBY membagikan pengalamannya memimpin Indonesia selama dua periode (2004–2014) dengan merumuskan tiga prinsip utama agar kebijakan pemerintah efektif:

Right, Deep, and Comprehensive Thinking: Kebijakan harus lahir dari pemikiran yang mendalam dan menyeluruh, bukan sekadar keputusan reaktif jangka pendek.

Implementasi Nyata: Ide-ide besar hanya bermakna jika diikuti dengan eksekusi yang konsisten di lapangan.

Kontinuitas dan Konsistensi: Diperlukan kepastian arah kebijakan agar dampak pembangunan dapat dirasakan hingga 15 tahun ke depan.

Menuju Ekonomi Berkeadilan

Lebih lanjut, SBY menekankan konsep sustainable growth with equity—pertumbuhan ekonomi yang tinggi namun tetap mengedepankan keadilan sosial.

“Ekonomi Baru Indonesia harus bertumpu pada penguatan modal manusia dan pemanfaatan teknologi inovatif agar kita kompetitif di abad ke-21," tambahnya. Pertumbuhan ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja secara masif, menekan angka kemiskinan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Kolaborasi Lintas Sektor

Yudhoyono Dialogue Forum yang diselenggarakan oleh The Yudhoyono Institute (TYI) ini turut dihadiri oleh deretan tokoh nasional, pengusaha, dan akademisi, di antaranya:

Pengusaha: Chairul Tanjung dan Otto Toto Sugiri.

Tokoh Nasional & Pakar: Mohammad Nuh dan Ilham Akbar Habibie.

Akademisi: Hermanto Siregar (Rektor Perbanas) dan Yose Rizal Damuri (CSIS).

Melalui forum ini, SBY berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi dapat menjadi kunci utama dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional demi masa depan Indonesia yang lebih tangguh.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI