Kementan Optimis Peternak Cuan Rp81,5 Triliun per Tahun Lewat Proyek Hilirisasi Ayam

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:59 WIB
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda. (SinPo.id/dok. PKH)
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda. (SinPo.id/dok. PKH)

SinPo.id - Pemerintah melalui Danantara melaksanakan groundbreaking pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di enam provinsi di Indonesia. Proyek ini bukan sekadar pembangunan kandang, melainkan penguatan ekosistem perunggasan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan inisiatif langsung Bapak Menteri Pertanian sebagai langkah strategis negara untuk memastikan swasembada protein berjalan berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, dalam keterangannya, Sabtu, 7 Februari 2026 

Pada tahap awal, groundbreaking dilakukan di enam titik sebagai fase pertama dari total 30 lokasi pengembangan nasional. Enam titik tersebut berada di Jawa Timur (Malang), Sulawesi Selatan (Bone), Gorontalo (Gorontalo Utara), Kalimantan Timur (Paser), NTB (Sumbawa), dan Lampung (Lampung Selatan).

Dari Proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini, pemerintah memproyeksikan tambahan produksi sebesar 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur  menciptakan sekitar 1,46 juta lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan bruto peternak hingga Rp81,5 triliun per tahun. 

Dari sisi sosial, pasokan tersebut diharapkan menopang kebutuhan sekitar 82,9 juta penerima manfaat MBG sekaligus berkontribusi menurunkan stunting dan kemiskinan.

Agung mememastikan dukungan penuh Kementan terhadap program hilirisasi sebagai instrumen pemerataan produksi di semua wilayah, menjaga stabilisasi harga dan kepastian pasokan daging ayam dan telur, terutama untuk mendukung pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebutuhan tambahan untuk MBG diperkirakan mencapai 1,1 juta ton daging ayam dan 774 ribu ton telur per tahun.

Adapun ekosistem yang dibangun dalam proyek ini mencakup pembibitan ayam dari hulu (GPS, PS, FS), penguatan pakan berbasis bahan baku dalam negeri, kesehatan hewan, rumah potong hewan unggas (RPHU) dan cold chain, pengolahan daging dan telur, hingga logistik dan pemasaran.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun dari Danantara. Selain itu, akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun untuk peternak dan koperasi, termasuk melalui skema Koperasi Desa Merah Putih.

Groundbreaking ini diresmikan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani beserta jajaran.

Rosan menyampaikan, Danantara saat ini mendukung enam proyek hilirisasi strategis dengan nilai investasi sekitar 7 miliar dolar AS, yang seluruhnya menjadi prioritas Bapak Presiden.

"Proyek hilirisasi selalu menjadi prioritas Bapak Presiden. Karena itu percepatan terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ekonomi masyarakat," kata Rosan. 

Rosan menjelaskan, dengan konsistensi kebijakan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, hilirisasi akan menjadi kunci menuju Indonesia yang makmur dan sejahtera.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI