Gerindra Masih Kaji Parliamentary Threshold, Dasco: Baru Tahap Simulasi Internal

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 07 Februari 2026 | 01:08 WIB
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Dasco (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Dasco (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)

SinPo.id -  Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa partainya masih melakukan kajian internal terkait parliamentary threshold atau ambang batas parlemen. Hal ini disampaikan Dasco usai perayaan HUT ke-18 Gerindra di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat 6 Februari 2026

“Ya kalau dalam internal Gerindra kami baru kemudian awal mengadakan simulasi-simulasi internal,” ujar Dasco.

Ia menambahkan, simulasi tersebut belum bersifat final sehingga belum ada angka pasti yang bisa disampaikan ke publik. “Hal itu baru bersifat simulasi dan belum final, sehingga kemudian kita belum dapat menyampaikan ke publik mengenai hal-hal yang dilakukan dalam simulasi tersebut,” tuturnya.

Latar Belakang Perdebatan

Isu ambang batas parlemen kembali mencuat setelah Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno mengusulkan penghapusan ketentuan tersebut. Menurut PAN, ambang batas selama ini menyebabkan jutaan suara pemilih tidak terwakili di DPR.

“Kita termasuk di antara partai yang dari dulu memang menginginkan adanya penghapusan ambang batas, baik itu pilpres maupun untuk pemilihan legislatif,” kata Eddy di Senayan, Jakarta, Kamis (29/1).

Eddy menilai, jutaan suara rakyat terbuang karena partai tidak lolos ambang batas. “Jumlahnya tidak kecil, belasan juta,” tegasnya.

Konteks Politik

Perdebatan mengenai ambang batas parlemen menjadi salah satu isu krusial menjelang Pemilu 2029. Sebagian pihak menilai aturan threshold menjaga stabilitas politik, sementara pihak lain menilai aturan tersebut merugikan representasi rakyat.

Gerindra sendiri masih menutup rapat hasil simulasi internalnya, sementara PAN secara terbuka mendorong penghapusan aturan tersebut.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI