Pramono Sebut Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen pada 2025

Laporan: Sigit Nuryadin
Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Gubernur DKI, Pramono Anung menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi DKI Jakarta bersama Wakil Gubernur Rano Karno di Jakarta Pusat, Jumat, 6 Februari 2026. Pertemuan itu digelar untuk memperkuat sinergi pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Dalam pertemuan yang melibatkan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah tersebut, Pramono menyampaikan kinerja perekonomian Jakarta sepanjang 2025. 

Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekonomi Jakarta tumbuh 5,21 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen.

Pramono menilai pertumbuhan ekonomi Jakarta menguat pada kuartal terakhir 2025. 

“Bagi saya dan Pak Wagub, juga jajaran Balai Kota, yang paling menggembirakan adalah pada kuartal keempat kita bisa tumbuh 5,71 persen,” ujar Pramono. 

Dia menyebut pertumbuhan itu dipengaruhi meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara konsisten mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kegiatan, salah satunya Jakarta Festive Wonders 2025. Dia menyebut, program tersebut mendorong digitalisasi transaksi dan inovasi dekorasi di pusat perbelanjaan serta hotel di Jakarta.

“Acara JFW 2025 yang baru selesai pada Januari lalu menghasilkan transaksi sebesar Rp15,2 triliun,” kata Pramono. 

Dia menyebut nilai transaksi itu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta yang melampaui 5 persen. Secara keseluruhan, kata Pramono, kontribusi Produk Domestik Bruto DKI Jakarta terhadap PDB nasional pada 2025 mencapai 16,61 persen. 

Pramono pun menyatakan hampir seluruh lapangan usaha di Jakarta mencatatkan pertumbuhan positif.

“Kami juga ingin menyampaikan bahwa sektor-sektor yang tumbuh baik di Jakarta selama 2025 adalah penyediaan akomodasi serta makan dan minum,” ujarnya. Selain itu, sektor transportasi, pergudangan, dan jasa lainnya juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Pramono, berkomitmen mendukung pencapaian target inflasi nasional 2026 sebesar 2,5 persen dengan rentang deviasi satu persen. Menurutnya, pemprov juga berupaya menjaga inflasi pangan bergejolak pada kisaran 3–5 persen, terutama pada periode Ramadan dan Idulfitri.

"Upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui sinergi dengan kementerian dan lembaga, Bank Indonesia, Bulog, serta pelaku usaha. Pemerintah daerah juga memperkuat kerja sama antardaerah, pengembangan urban farming, penyelenggaraan pasar murah, dan pemantauan harga komoditas pangan strategis," tutur dia. 

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. 

“Boleh dikatakan pada kuartal ketiga pertumbuhan ekonomi berada di bawah 5 persen, namun kini dapat melonjak menjadi 5,71 persen,” ujarnya.

Iwan menilai capaian tersebut menunjukkan resiliensi ekonomi Jakarta. “Saya pikir salah satunya karena kepemimpinan yang sangat kuat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata dia. 

Dia pun berharap kolaborasi TPID terus terjaga untuk mengawal pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi Jakarta pada 2026.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI