Airlangga: Reformasi Sektor Keuangan Harus Diselesaikan dalam Waktu Singkat
SinPo.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, sektor jasa keuangan yang stabil, kredibel, serta kontributif, merupakan kunci dalam menjaga pertumbuhan perekonomian nasional. Karenanya, sektor jasa keuangan harus mampu menjadi jangkar stabilitas sekaligus motor pembiayaan produktif bagi penciptaan lapangan kerja dan pemerataan pembangunan.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, reformasi sektor keuangan dan pasar modal perlu segera direspons dan diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Integritas pasar modal merupakan jendela kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia," kata Airlangga Hartarto dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, dikutip Jumat, 6 Februari 2026.
Airlangga menyampaikan, saat ini perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur pertumbuhan yang solid. Kinerja ini tercermin dari capaian pertumbuhan ekonomi pada akhir 2025 yang menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen dan merupakan yang tertinggi dalam empat kuartal terakhir. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara (utama), sehingga menjadi momentum untuk menjaga pertumbuhan yang kuat ke depan," ujarnya.
Selain kondisi makro yang terjaga, pemerintah juga terus mengawal reformasi sektor keuangan, khususnya di pasar modal, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Reformasi tersebut mencakup percepatan demutualisasi bursa, peningkatan batas minimum saham beredar (free float) bagi perusahaan tercatat, perluasan ruang investasi bagi dana pensiun dan asuransi, serta penguatan transparansi data kepemilikan saham guna menjaga integritas pasar.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah mendukung pembentukan satuan tugas lintas pemangku kepentingan untuk memastikan pelaksanaan reformasi pasar modal berjalan sesuai target, memperkuat koordinasi dengan para pelaku pasar, serta menyampaikan perkembangan reformasi kepada investor dan lembaga pemeringkat internasional.
"Langkah ini diharapkan dapat menjaga persepsi positif dan memperkuat kepercayaan terhadap pasar keuangan Indonesia," kata Airlangga.
Dalam rangka meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap perekonomian riil, Airlangga juga menekankan pentingnya dukungan pembiayaan bagi sektor-sektor padat karya, termasuk industri tekstil, alas kaki, furnitur, dan sektor manufaktur lainnya.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong mobilisasi pembiayaan untuk berbagai program prioritas nasional, antara lain pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, penyaluran kredit program, serta fasilitas pembiayaan perumahan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Masa depan perekonomian Indonesia sangat ditentukan oleh kekuatan sektor keuangan yang stabil, kredibel, dan kontributif. Dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah, OJK, Bank Indonesia, dan seluruh pelaku industri, kita optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan, memperkuat kepercayaan pasar, serta menyediakan lapangan kerja yang dibutuhkan oleh masyarakat kita," pungkas Airlangga.
