Semakin Tak Terkendali, Anggota DPR Ingatkan Cuaca Ekstrem Bukan Sekadar Isu
SinPo.id - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, mengingatkan cuaca ekstrem global yang kian tak terkendali. Dari banjir besar di Amerika Serikat hingga hujan ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang berulang di Tanah Air, perubahan iklim kini tak lagi bisa dianggap sekadar isu masa depan.
Ini dispaikan Nasir dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk 'Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana' yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut Nasir, rangkaian bencana tersebut menjadi alarm serius bagi semua negara, termasuk Indonesia. Ia menilai lemahnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan mitigasi bencana turut memperparah dampak cuaca ekstrem.
"Ini bukan lagi soal kejadian alam semata. Ini soal bagaimana manusia, lewat kebijakan dan regulasi, gagal menjaga keseimbangan lingkungan," kata Nasir.
Legislator dari Fraksi PKS ini mengaku sempat berkomunikasi dengan seorang warga negara Indonesia yang tinggal di salah satu kota di Amerika Serikat dan terdampak banjir besar yang terjadi bersamaan dengan turunnya salju ekstrem.
"Ini menunjukkan cuaca ekstrem sudah lintas negara. Bukan lagi kejadian insidental," ujarnya.
Dia menegaskan regulasi pengelolaan SDA memegang peran kunci dalam upaya mitigasi bencana. Tanpa aturan yang tegas dan pelaksanaan yang konsisten, eksploitasi berlebihan akan terus memperbesar risiko bencana kemanusiaan.
"Energi sinergi dan kolaborasi menghadapi bencana jangan berhenti di wacana atau dokumen kebijakan. Harus ada tindakan nyata," kata Nasir.
Dia berharap forum diskusi seperti Dialektika Demokrasi tidak sekadar menjadi ajang tukar gagasan, tetapi mampu mendorong langkah konkret lintas sektor pemerintah, legislatif, hingga masyarakat untuk menghadapi cuaca ekstrem secara lebih serius dan berkelanjutan.
