Pejabat Pajak dan Bea Cukai Kena OTT KPK, Begini Respons Purbaya
SinPo.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, merespons operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap pegawai pajak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Ia mengaku tidak terpukul akan penangkapan tersebut, karena menurutnya hal itu merupakan awal untuk memperbaiki kedua institusi agar ke depannya dapat lebih lagi.
"Kenapa terpukul? Karena itu justru merupakan titik masuk untuk memperbaiki pajak dan bea cukai sekaligus. Kemarin kan bea cukai sudah saya obrak abrik kan yang dapet yang dipinggirkan," kata Purbaya, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Menurutnya, siapa pun yang terbukti bersalah harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku, namun pihaknya juga akan memberikan pendampingan hukum dari Departemen Keuangan.
"Ya biar aja kita lihat apa hasilnya OTT itu. Kalau memang orang pajak dan bea cukai ada yang
merasa salah ya harus ditindak secara hukum sesuai dengan peraturan yang ada," tegasnya.
"Tapi gini, saya tidak akan melepaskan anak buah saya sndirian begitu saja. Akan ada
pendampingan hukum dari Departemen Keuangan, tapi tidak dalam bentuk intervensi hukum. Itu kira-kira Kita temenin aja sampai prosesnya selesai," kata Purbaya menambahkan.
Di samping itu, pihaknya juga membuka opsi untuk me-nonjob-kan atau memberhentikan para pegawainya yang terbukti terlibat dalam kasus-kasus tersebut.
