Iran–AS Siap Lanjutkan Perundingan Nuklir di Istanbul, Ketegangan Regional Masih Tinggi
SinPo.id - Iran dan Amerika Serikat akan kembali melanjutkan perundingan nuklir pada Jumat mendatang di Türkiye. Pertemuan ini akan mempertemukan Utusan Khusus AS Steve Witkoff dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi di Istanbul, dengan kehadiran sejumlah negara kawasan seperti Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir.
Diplomat regional menyebutkan akan ada pertemuan bilateral, trilateral, dan multilateral dalam rangka mencari jalan keluar dari kebuntuan panjang terkait program nuklir Iran serta meredakan kekhawatiran akan pecahnya perang regional. Türkiye dan sekutu kawasan disebut aktif mendorong de-eskalasi.
Latar Belakang Ketegangan
AS meningkatkan kehadiran militernya di sekitar Iran, termasuk mengirimkan armada kapal perang, menyusul aksi keras pemerintah Iran terhadap demonstrasi anti-pemerintah bulan lalu.
Presiden AS Donald Trump menuntut tiga syarat bagi kelanjutan perundingan: nol pengayaan uranium di Iran, pembatasan program rudal balistik, dan penghentian dukungan terhadap proxy regional.
Iran menolak syarat tersebut, namun pejabat Iran menyebut program rudal balistik menjadi isu yang lebih sulit dibanding uranium.
Posisi Iran
Juru bicara Kemenlu Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa waktu sangat penting bagi Iran karena ingin segera melihat pencabutan sanksi. Ia menambahkan bahwa Iran siap menunjukkan fleksibilitas, termasuk kemungkinan menyerahkan 400 kg uranium yang sudah diperkaya dan menerima pengaturan konsorsium untuk mencapai nol pengayaan.
Namun, Iran juga menuntut agar aset militer AS dipindahkan dari sekitar Iran sebelum perundingan dimulai. “Sekarang bola ada di tangan Trump,” ujar seorang pejabat Iran.
Sorotan Satelit
Citra satelit terbaru menunjukkan adanya perbaikan di fasilitas nuklir Isfahan dan Natanz yang sebelumnya rusak akibat serangan AS dan Israel pada Juni tahun lalu.
Think tank ISIS di Washington menilai pembangunan terowongan baru di Isfahan bisa menjadi indikasi persiapan serangan militer lanjutan atau pemindahan aset nuklir.
Kebuntuan Perundingan
Sejak Mei 2023, lima putaran perundingan gagal menjembatani perbedaan:
Iran bersikeras mempertahankan pengayaan uranium di dalam negeri.
Barat menuntut agar stok uranium diperkaya dikirim keluar negeri.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) berulang kali meminta klarifikasi atas keberadaan stok uranium pasca serangan Juni.
Sikap Iran atas Serangan di Pakistan
Di luar isu nuklir, Iran juga menyoroti keamanan regional. Juru bicara Kemenlu Esmaeil Baghaei mengutuk serangan teroris di Balochistan, Pakistan, yang menewaskan puluhan orang. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen Iran untuk bekerja sama dengan negara tetangga dalam memerangi terorisme.
