Legislator Minta Polisi Ungkap Semua Pelaku Penganiayaan Nenek Saudah
SinPo.id - Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz, meminta aparat kepolisian untuk mengungkap semua pelaku yang diduga menganiaya Nenek Saudah yang menolak penambangan ilegal di wilayahnya, di Pasaman, Sumatra Barat.
Pasalnya, pelaku yang ditangkap tidak sesuai dengan jumlah yang disebut Nenek Saudah. Menurut kesaksian korban, pelaku berjumlah empat orang, sedangkan yang ditangkap satu orang.
"Apa yang disampaikan oleh Ibu Saudah, yang tersangka itu tidak sesuai yang melakukan kepada dirinya. Dalam ingatan dari Ibu Saudah itu ada empat orang, ya, tetapi yang ditersangkakan hanya satu orang," kata Arisal, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar aparat kepolisian dapat menangkap semua pelaku, dan Nenek Saudah mendapatkan keadilan. Karena apa yang dilakukan Nenek Saudah hanya mempertahankan tanah adatnya.
"Tentu ya kami mendorong kepada pihak kepolisian untuk mendorong, dan mencari tersangka yang sebenarnya dari Ibu Saudah," ungkapnya.
Diketahui, insiden dugaan penganiayaan tersebut bermula ketika Nenek Saudah pergi ke Sungai Batang Sibinail, yang jaraknya kira-kira 300 meter dari rumahnya untuk memperingatkan para penambang emas ilegal agar menghentikan kegiatan mereka.
Namun, tengah perjalanan ia dilempari batu, dikeroyok, dan dipukul oleh sejumlah orang hingga membuatnya tersungkur dan tak sadarkan diri.
Kemudian korban yang tak sadarkan diri dengan kondisi yang memilukan dibuang ke semak-semak di sekitar sungai, karena pelaku mengira korban sudah meninggal dunia.

