Epstein Files Ungkap Ribuan Pesan Rahasia: Dugaan Hubungan dengan Putin, Mafia Rusia, hingga Elon Musk
SinPo.id - Ribuan dokumen baru dari Epstein Files yang dirilis Departemen Kehakiman AS pada Jumat 30 Januari 2026 kembali mengguncang publik internasional. Tranche terbaru berisi jutaan halaman email dan catatan komunikasi yang mengaitkan Jeffrey Epstein dengan sejumlah tokoh dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, jaringan mafia Rusia, hingga pengusaha teknologi Elon Musk.
Epstein–Putin: Dugaan Honeytrap Kremlin
Lebih dari 1.000 halaman dokumen menyebut nama Putin, sementara hampir 10.000 referensi terkait Moskow. Email menunjukkan rencana pertemuan Epstein dengan Putin, termasuk pesan dari 2011 yang menyebut “appointment with Putin” di Rusia. Pada 2014, pengusaha Jepang Joi Ito menulis kepada Epstein tentang rencana bertemu Putin bersama Reid Hoffman, meski akhirnya dibatalkan setelah tragedi Malaysia Airlines MH17.
Komentator menyebut Epstein bisa saja menggunakan perempuan Rusia dalam operasi “honeytrap terbesar di dunia” yang diduga melibatkan Kremlin. Intelijen AS mengklaim hubungan Epstein dengan Rusia telah lama dipantau, sementara agen Inggris berhati-hati karena kedekatannya dengan Pangeran Andrew.
Keterkaitan dengan Mafia dan Robert Maxwell
Sumber keamanan AS menuding Epstein memiliki hubungan lama dengan mafia Rusia dan kemungkinan menjadi target pemerasan. Dugaan lain menyebut Epstein diperkenalkan ke dunia spionase oleh Robert Maxwell, mantan taipan media dan ayah Ghislaine Maxwell. Maxwell diduga menjadi aset Rusia pada 1970-an dan membantu Mossad, serta dicurigai melibatkan Epstein dalam pencucian uang.
Elon Musk dan Email yang Bocor Dokumen juga memuat email antara Epstein dan Elon Musk. Meski Musk sebelumnya mengklaim menolak semua undangan ke pulau pribadi Epstein, catatan 2013 menunjukkan Musk justru meminta kesempatan berkunjung saat berada di Saint Barthélemy. Epstein bahkan menawarkan helikopter untuk menjemputnya.
Putri Musk, Vivian Wilson, mengonfirmasi keberadaan mereka di Saint Barth pada periode tersebut, memperkuat keaslian email. Wilson menulis di Threads bahwa dirinya baru mengetahui isi komunikasi itu dan menyebut sang ayah berusaha menampilkan email “di luar konteks.”
Selain itu, email lain menunjukkan Epstein pernah berterima kasih kepada Musk atas tur fasilitas SpaceX pada 2013, bertentangan dengan klaim Musk pada 2020 bahwa Epstein “tidak pernah” mengunjungi fasilitas tersebut.
Respon Politik dan Publik
Rilis 3,5 juta dokumen ini memicu reaksi keras. Neo-Nazi dan influencer sayap kanan Nick Fuentes menuduh pemerintahan Trump dan DOJ “menyembunyikan” keberadaan Epstein Files selama setahun sebelum akhirnya dirilis atas perintah Kongres. Ia menuding masih ada banyak hal yang ditutup-tutupi.
Sementara itu, para tokoh yang disebut dalam dokumen membantah melakukan kesalahan atau mengetahui aktivitas kriminal Epstein. Namun, publikasi terbaru ini kembali menyoroti dugaan keterlibatan Epstein dalam jaringan internasional yang mencakup politik, bisnis, hingga spionase.

