Harga Emas Antam Anjlok Rp 260.000, Pasar Global Ikut Terkoreksi

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 01 Februari 2026 | 01:54 WIB
emas (pixabay)
emas (pixabay)

SinPo.id -  Harga emas mengalami penurunan tajam pada perdagangan Jumat 31 Januari 2026 setelah sempat melesat dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini disebut analis sebagai fase jenuh beli (overbought) yang memicu aksi ambil untung di pasar.

Berdasarkan data Logam Mulia Antam, harga emas hari ini tercatat Rp 2.860.000 per gram, turun Rp 260.000 dibandingkan posisi sehari sebelumnya di Rp 3.120.000 per gram. Penurunan mulai terlihat sejak pagi, di mana pada pembukaan pukul 06.00 WIB harga masih bertahan di Rp 3.120.000 per gram, sebelum melemah pada pukul 08.30 WIB.

Di pasar internasional, harga emas dunia juga terkoreksi. Emas spot tercatat US$ 4.894,23 per ons troi, turun 8,98 persen secara harian, meski masih menguat 75,13 persen secara tahunan. Sehari sebelumnya, emas dunia sempat mencetak rekor mendekati US$ 5.600 per ons troi sebelum ditutup di US$ 5.375,24.

Ekonom Bright Institute, Yanuar Rizky, menilai penurunan ini tak lepas dari kondisi pasar yang sudah berada di level jenuh beli. “Harga emas ini sudah berada di level overbought. Namun di sisi lain, bank sentral masih terus melakukan pembelian,” ujarnya. Ia menambahkan, sinyal short di kontrak berjangka emas dari ETF berbasis emas menunjukkan adanya aksi ambil untung setelah reli panjang.

Meski demikian, prospek emas dinilai tetap solid dalam jangka menengah. Bank sentral global masih menjadi penopang utama permintaan emas sebagai strategi lindung nilai di tengah risiko gagal bayar surat utang.

Prediksi Harga Emas Minggu, 1 Februari 2026

Antam: Rp 3.210.000 – Rp 3.230.000 per gram

UBS: Rp 3.140.000 – Rp 3.160.000 per gram

Galeri24: Rp 3.070.000 – Rp 3.270.000 per gram

Kenaikan diperkirakan terjadi seiring harga emas dunia yang bertahan di atas US$ 5.500 per ons troi serta pelemahan nilai tukar Rupiah.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI