Gus Yahya Sebut Peringatan Seabad NU Digelar Usai Lewati Dinamika Hebat

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:17 WIB
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (SinPo.id/ Tangkapan layar)
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (SinPo.id/ Tangkapan layar)

SinPo.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengaku bersyukur atas terselenggaranya peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Masehi yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026. Karena, peringatan satu abad ini berlangsung setelah melalui berbagai dinamika yang panjang di internal PBNU.

"Syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, setelah didahului dengan hujan lebat pagi tadi, dan didahului dengan dinamika yang tidak kalah lebatnya," kata Gus Yahya dalam sambutannya.

Menurut Gus Yahya, dinamika di internal PBNU itu, justru menjadi bagian dari proses menuju konsolidasi organisasi, hingga kini merayakan satu abad berdiri NU dalam satu barisan.

"Hari ini kita rayakan dan peringati Harlah ke-100 tahun Masehi sebagai Nahdlatul Ulama yang satu, Alhamdulillah," ujarnya.

Gus Yahya menyampaikan, seluruh Pengurus Wilayah (PWNU) di tingkat provinsi, Pengurus Cabang (PCNU) kabupaten/kota mengirimkan perwakilannyanya dalam dalam peringatan satu abad NU. 

"38 PWNU dan 548 PCNU seluruh Indonesia hadir bersama kita. Alhamdulillah," kata dia.

Sebagai informasi, tokoh yang sebelumnya tidak mengakui kepemimpinan Gus Yahya, yaitu Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar tidak tampak di lokas peringatan satu abad NU. Namun, menurut Gus Yahya, seusai acara, alasan Kiai Miftachul tidak hadir karena faktor kesehatan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI