Gabung Board of Peace untuk Bantu Palestina, Gus Yahya: Alternatif Lain Belum Ada

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:26 WIB
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. (SinPo.id/dok. Kemenag)
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. (SinPo.id/dok. Kemenag)

SinPo.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung penuh Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hal ini sebagai upaya untuk membantu memperjuangkan kemerdekaan Palestina. 

"Pandangan yang kemarin saya sampaikan mengenai Board of Peace, itu Board of Peace maksud saya, itu terkait dengan nilai-nilai bahwa kita harus terus membantu Palestina," ujar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026. 

Gus Yahya mengaku memahami bahwa akan ada yang tidak setuju atas keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace. Namun, hingga saat ini, belum ada alternatif lain dari upaya internasional untuk membantu Palestina. 

"Alternatif yang lain belum ada, maka kita, berdasarkan visi dari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tidak boleh tinggal diam, tidak boleh tidak ikut serta di dalam inisiatif itu. Tentu saja untuk kepentingan membantu bangsa Palestina, bukan untuk yang lain

Dia menegaskan, dunia internasional kini berada dalam dinamika ketidakpastian, dengan berbagai kepentingan global dari Amerika Serikat, China, Rusia, hingga negara-negara Eropa yang saling berkompetisi.

Untuk itu, jika ingin bersungguh-sungguh berbuat sesuatu untuk membantu Palestina menemukan jalan keluar dari masalahnya, maka Indonesia harus hadir di semua arena, semua platform yang tersedia, termasuk Board of Peace.

Namun, Gus Yahya mengingatkan, kehadiran Indonesia jangan jadi penonton dalam Board of Peace, tetapi harus berperan aktif menyuarakan kepentingan Palestina. Sebab, akan ada banyak di dalam Board of Peace, termasuk kepentingan Israel dan AS. 

"Kita harus hadir supaya kita bisa berbuat sesuatu. Karena kalau kita tidak ada, kita hanya akan menonton dan membiarkan orang menentukan jalannya dinamika, jalannya pertarungan, dan proses-proses yang berlangsung sesudahnya," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI