Gandeng IKEA, Kemenperin Catat Transaksi Produk IKM Binaan Tembus Rp 936 Juta
SinPo.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, sepanjang 2025, transaksi dari industri kecil dan menengah (IKM) yang berkolaborasi dengan PT Rumah Mebel Nusantara (IKEA Indonesia), melalui program Teras Indonesia, nilai penjualannya mencapai Rp936,99 juta. Kontribusi transaksi terbesar berasal dari peserta Teras Indonesia IKEA Alam Sutera, Tangerang.
"Teras Indonesia merupakan kerja sama kemitraan strategis yang sangat diminati oleh banyak IKM. Capaian program ini cukup membanggakan karena Kemenperin terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi guna mengangkat jenama produk lokal IKM agar dapat masuk ke ekosistem pasar industri yang lebih luas," kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Sabtu, 31 Januari 2026.
Menurut Agus, program Teras Indonesia merupakan bentuk kemitraan strategis yang memberikan dampak nyata bagi penguatan branding produk lokal IKM. Adapun kerja sama Kemenperin dan IKEA Indonesia diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada 2 Desember 2024. Implementasi program mulai berjalan pada 3 Maret 2025 dengan terpilihnya tujuh IKM binaan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) untuk memamerkan dan menjual produknya di toko IKEA Indonesia selama satu bulan.
Selain memperoleh fasilitas booth secara gratis di area Teras IKEA, IKM terpilih juga mendapatkan eksposur yang lebih luas karena produknya dipajang di ritel furnitur global yang memiliki basis pelanggan generasi muda dan adaptif terhadap tren.
Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 118 IKM lolos kurasi Teras IKEA, dengan 98 IKM di antaranya telah mengisi booth Teras IKEA yang tersebar di tujuh cabang toko IKEA Indonesia. Untuk gerai IKEA yang menyediakan ruang pamer produk IKM meliputi IKEA Alam Sutera, IKEA Sentul City, IKEA Mal Taman Anggrek, IKEA Jakarta Garden City, IKEA Kota Baru Parahyangan Bandung, IKEA Ciputra Surabaya (batch tertentu), dan IKEA Bali.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menambahkan, para peserta Teras IKEA mencatatkan capaian penjualan yang cukup menggembirakan.
"Dalam program ini, IKM menyiapkan tenaga penjualan secara mandiri. IKEA tidak memberlakukan potongan pendapatan maupun memungut biaya apa pun, sehingga seluruh hasil transaksi menjadi milik IKM. Selain itu, IKM juga mendapatkan pembekalan dan pelatihan agar produknya semakin menarik untuk dipasarkan," kata Reni.
Reni menyampaikan, pada tahun ini, program Teras IKEA akan kembali dilanjutkan, proses kurasinya tengah berlangsung sebagai upaya berkelanjutan dalam memperluas akses pasar bagi IKM. Program ini direncanakan berjalan sepanjang 2026 dengan pendaftaran yang dibuka setiap triwulan. "Nantinya, pameran akan dilaksanakan selama satu bulan pada setiap batch," kata Reni.

