Longsor Cisarua: Hari Ketujuh Pencarian Tim SAR Evakuasi 5 Jenazah, 20 Masih Hilang

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 31 Januari 2026 | 04:31 WIB
Ilustrasi proses evakuasi jenazah korban bencana longsor di Cisarua. (SinPo.id/dok. Pemprov Jabar
Ilustrasi proses evakuasi jenazah korban bencana longsor di Cisarua. (SinPo.id/dok. Pemprov Jabar

SinPo.id - Tim gabungan pencarian dan pertolongan (SAR) kembali mengevakuasi lima kantong jenazah pada hari ketujuh operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Keberhasilan tersebut didukung kondisi cuaca yang relatif kondusif di lokasi kejadian.

Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, hingga hari ketujuh operasi SAR masih terdapat 20 korban yang dilaporkan hilang dan pencarian akan terus dilanjutkan.

“Berdasarkan hasil evaluasi hari ke tujuh, masih terdapat 20 korban dilaporkan hilang dan pencarian akan terus dilanjutkan. Alhamdulillah, dari pagi hingga sore cuaca sangat membantu pelaksanaan operasi SAR dan hari ini kami berhasil mengevakuasi lima body pack (kantong jenazah),” kata Syafii di Bandung, Jumat, 30 Januari 2026.

Syafii menjelaskan, total korban yang berhasil dievakuasi sejak hari pertama hingga hari ketujuh operasi pencarian mencapai 60 kantong jenazah. Berdasarkan data Disaster Victim Identification (DVI) Polri, sebanyak 44 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Ia menyebutkan, jumlah korban masih terus mengalami perkembangan seiring proses pencarian dan asesmen lapangan yang dilakukan oleh Search Management Cell (SMC), Incident Commander (IC), serta tim DVI Polri.

“Laporan awal menyebutkan sebanyak 113 orang terdampak dari 34 kepala keluarga. Namun perkembangan terakhir menunjukkan terdapat 158 warga yang dilaporkan hilang dari 35 kepala keluarga. Dinamika data ini menjadi bagian dari proses operasi di lapangan,” ujarnya.

Meski menghadapi tantangan medan berat dan cuaca yang tidak selalu stabil selama sepekan terakhir, operasi SAR tetap dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur. Pencarian dilaksanakan selama 24 jam dengan dukungan modifikasi cuaca dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna meminimalkan potensi hujan di lokasi pencarian.

“Kondisi medan dan cuaca memang belum sepenuhnya ideal, namun tanggap darurat telah ditetapkan selama 14 hari dan kami berharap sebelum masa tersebut berakhir seluruh korban dapat ditemukan,” kata Syafii.

Syafii juga meminta dukungan doa dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar dan dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar.

“Operasi SAR akan terus kami lanjutkan selama masih ada harapan menemukan korban. Kami mohon doa agar seluruh proses berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI