Kebijakan MSCI Bikin IHSG Rontok, Banggar DPR: Harus Dijadikan Koreksi Konstruktif
SinPo.id - Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, meminta agar pelaku pasar, Otoritas Bursa, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjadikan kebijakan MSCI sebagai koreksi konstruktif untuk membangun bursa saham yang sehat.
Menurutnya, pra pihak tersebut harus bebenah, membuka diri untuk menerika koreksi yang konstruktif dari siapa pun, terutama masukan pembenahan administrasi yang di sarankan oleh MSCI.
Hal itu dinilai perlu dilakukan meskipun langkah MSCI yang mengeluarkan sejumlah emiten besar dalam pemeringkatan mereka, karena adanya persoalan free float, likuiditas riil, dan transparansi pada sejumlah emiten besar pada bursa saham Indonesia, telah membuat IHSG anjlok hingga tembus 8 persen.
"Kita juga paham betul, faktor kepercayaan terhadap lembaga yang dianggap kredibel, terutama dalam bisnis bahkan melampaui urusan kecakapan, meskipun kecapakan dan integritas adalah modal utama membangun kepercayaan," kata Said, dalam keterangan persnya, dikutip Jumat, 30 Januari 2026.
"Saat lembaga mendapat kepercayaan, terkadang juga seperti memegang kuasa mengeluarkan fatwa, bahkan terkadang juga fatwa itu dipatuhi tanpa reserve, sekalipun dalam dunia bisnis seharusnya sangat matematis dan logis," imbuhnya.
Namun, pihaknya juga meminta masyarakat untuk berpikir kritis, terutama terkait dengan independensi MSCI lembaga pemeringkat yang dianggap kredibel dan terpercaya tersebut. Oleh sebab itu pihaknya mendorong adanya lembaga pembanding untuk membandingkan laporan MSCI.
"OJK telah menerbitkan sejumlah lembaga pemeringkat yang dianggap kredibel dan terpercaya, baik asing maupun domestik terkait kredit rating. Sebut saja ada, Fitch Ratings, Moodys, Standar and Poor, dan PT Kredit Rating Indonesia," ungkapnya.
"Di Bursa, tidak banyak pemain pemeringkatan seperti MSCI, seperti halnya di sektor kredit. Kita memiliki PT Pemeringkat Efek Indonesia, sayangnya belum mendunia dan hanya terkait obligasi, sehingga pengaruhnya tidak sebanding dengan MSCI," kata Said menambahkan.

