Perbaiki Sungai Air Dingin Pascabencana, Menteri PU: Kalau Perlu 24 Jam Bekerja

Laporan: Tio Pirnando
Jumat, 30 Januari 2026 | 13:16 WIB
Ilustrasi penanganan darurat Sungai Air Dingin di Sumatra Barat. (SinPo.id/dok. KemenPU)
Ilustrasi penanganan darurat Sungai Air Dingin di Sumatra Barat. (SinPo.id/dok. KemenPU)

SinPo.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan, penanganan darurat Sungai Air Dingin harus dilakukan secara cepat dan intensif, mengingat dampaknya terhadap aktivitas masyarakat, serta sektor pertanian. Karenanya, percepatan normalisasi sungai harus berjalan optimal guna menjamin kembali fungsi irigasi dan penyediaan air bagi masyarakat terdampak.

"Kita percepat penyelesaian ini. Normalisasi sungainya kita percepat. Saya sampaikan kepada Kepala BWS Sumatera V, kalau memang diperlukan, minta tolong ke penyedia jasa untuk bekerja 24 jam," kata Dody saat meninjau langsung penanganan  bencana banjir Sungai Air Dingin di Kota Padang, Sumatra Barat, dikutip Jumat, 30 Januari 2026. 

Dody juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam penanganan darurat melalui program padat karya, agar mata pencaharian warga yang terdampak bencana tetap berjalan. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. 

"Arahan Bapak Presiden Prabowo, mata pencaharian masyarakat tidak boleh ikut putus. Makanya saya minta tim untuk memikirkan bagaimana supaya ada program padat karya. Sehingga masyarakat yang terdampak bencana, mata pencahariannya tidak berhenti dan tetap ada income. Mungkin skema padat karya ini dapat mulai dilaksanakan pada tahapan pemasangan bronjong," ujarnya.

Dody menerangkan, sekarang telah dilakukan perbaikan alur sungai sepanjang 2.439 meter serta perkuatan tebing sepanjang 1.916 meter untuk melindungi Bendung Koto Tuo dan mengendalikan sedimen serta debris kayu. Penanganan ini juga dilengkapi dengan konsep desain sand pocket dan groundsill untuk mengatur aliran dan menjaga stabilitas dasar sungai.

Dalam konteks ketahanan pangan, Dody menyampaikan bahwa musim tanam akan segera dimulai sehingga ketersediaan air irigasi menjadi prioritas utama. 

"Sawah di kawasan ini memang tidak besar, sekitar 700 hektar, namun itu sudah menjadi kewajiban Kementerian PU untuk menyiapkan air irigasi. Saya tidak mau sawah yang masih produktif kekurangan air atau malah tidak ada air saat musim tanam," tuturnya. 

Saat ini, air telah dialirkan menggunakan pompa sementara untuk memastikan air dapat kembali masuk ke saluran irigasi dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. 

"Air irigasi ini bukan hanya untuk sawah, tapi juga digunakan untuk masyarakat sebagai air bersih. Jadi dua hal ini harus kita pastikan dengan cepat," ucapnya. 

Kepala BWS Sumatera V Padang Naryo Widodo menambahkan , penanganan tanggap darurat Sungai Air Dingin ditargetkan dapat selesai dalam jangka waktu sekitar tiga bulan. Penanganan juga didukung dengan alat berat dan stok material yang telah disiagakan di lapangan, termasuk excavator, dump truck, geobag, bronjong, dan jumbo bag.

"Penanganan tanggap darurat ini diharapkan dapat segera memulihkan fungsi sungai, menjamin suplai air irigasi dan air bersih bagi masyarakat, serta mengurangi risiko banjir susulan di wilayah Sungai Air Dingin," kata Naryo.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI