DKI Tambah Empat Rumah Pompa di Wilayah Cempaka Putih

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 29 Januari 2026 | 22:38 WIB
Ilustrasi Pompa Air (SinPo.id/BeritaJakarta)
Ilustrasi Pompa Air (SinPo.id/BeritaJakarta)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah empat rumah pompa air di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem polder untuk mengendalikan banjir. Proyek ini ditujukan mereduksi beban aliran air di wilayah yang selama ini menjadi langganan genangan saat hujan intensitas tinggi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pembangunan rumah pompa difokuskan pada titik-titik yang dinilai paling rentan, terutama di sepanjang Jalan Letjen Suprapto dan Kelurahan Cempaka Putih Barat. 

“Kawasan ini sudah punya sistem polder, tapi kapasitasnya perlu ditingkatkan agar air bisa lebih cepat dialirkan keluar,” kata Rano, Kamis, 29 Januari 2026.

Dia menyampaikan, empat rumah pompa tersebut dibangun di dua lokasi di Jalan Letjen Suprapto dan dua lokasi di Jalan Cempaka Putih Barat 26. 

"Seluruhnya berada dalam satu sistem pengendalian banjir Polder Cempaka Putih yang melayani kawasan permukiman dan jalan utama di Jakarta Pusat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menjelaskan total kapasitas pompa yang disiapkan mencapai 18 meter kubik per detik. 

Menurutnya, kapasitas itu berasal dari kombinasi empat rumah pompa dengan daya angkut berbeda, mulai dari tiga hingga enam meter kubik per detik. 

“Dengan tambahan ini, sistem polder diharapkan mampu mengurangi genangan di area hampir 250 hektare,” ujarnya.

Menurut Ika, rumah pompa di Jalan Letjen Suprapto sisi barat memiliki kapasitas tiga meter kubik per detik, sementara sisi timur mencapai lima meter kubik per detik. Adapun dua rumah pompa di Cempaka Putih Barat masing-masing berkapasitas empat dan enam meter kubik per detik.

Menurut dia, pembangunan rumah pompa tersebut telah dikontrakkan pada akhir Desember 2025. Saat ini, kata Ika, proyek masih berada pada tahap mobilisasi peralatan dan persiapan lapangan. 

“Pekerjaan fisik direncanakan mulai bulan depan, setelah seluruh alat dan material siap,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI