Pemprov DKI Andalkan Pembebasan Lahan untuk Kejar Proyek Pengendali Banjir

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 29 Januari 2026 | 21:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menempatkan pembebasan lahan sebagai kunci percepatan proyek pengendalian banjir di tengah ancaman curah hujan tinggi. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut tanpa penyelesaian persoalan lahan, normalisasi sungai dan pembangunan waduk tak akan bergerak signifikan.

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat memimpin rapat terbatas di Balai Kota Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026, yang membahas kesiapan infrastruktur menghadapi puncak musim hujan. 

“Masalah klasik kita selalu sama: lahannya belum siap. Kalau ini tidak dibereskan, proyek akan terus tertunda,” kata Pramono.

Salah satu fokus utama Pemprov DKI, kata dia, normalisasi Kali Cakung Lama. Sungai ini kerap meluap dan menyebabkan genangan di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara. 

Pramono meminta Dinas Sumber Daya Air segera menuntaskan pembebasan lahan di segmen-segmen yang sudah direncanakan agar pembangunan turap dan pelebaran sungai bisa segera dimulai.

Pemprov DKI juga tengah menyiapkan pengadaan tanah untuk Kali Cakung Lama Segmen Begog sepanjang sekitar 1,3 kilometer. Segmen ini disebut sebagai salah satu titik sempit yang menghambat aliran air saat hujan deras. 

“Ini bukan proyek baru, tapi penyelesaiannya memang lambat karena persoalan nonteknis,” ujar Pramono.

Di sisi lain, Pramono menegaskan pembagian kewenangan dengan pemerintah pusat tetap menjadi tantangan tersendiri. Dia menyebut, normalisasi Kali Ciliwung masih berada di bawah kendali Kementerian Pekerjaan Umum, sementara Pemprov DKI bertanggung jawab penuh atas Kali Cakung Lama dan Kali Angke. 

Menurut dia, sinkronisasi waktu pengerjaan antarsungai menjadi penting agar dampaknya terasa.

Untuk kawasan barat Jakarta, kata dia, Pemprov DKI merencanakan pembangunan Embung atau Waduk Polor di aliran Kali Angke. Proyek ini juga bergantung pada kesiapan lahan dan ditargetkan mampu menahan debit air sebelum masuk ke sistem drainase hilir.

“Kalau tampungan tidak ada, air akan langsung turun semua dan itu yang memicu genangan,” kata Pramono.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menuturkan, kerusakan jalan akibat genangan air masih ditangani secara darurat. Dia menambahkan, perbaikan permanen belum bisa dilakukan selama hujan masih intens. 

“Kami fokus mencegah air bertahan lama di jalan. Selama hujan terus, kualitas perbaikan tidak akan optimal,” kata Heru. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI