Piala Asia Futsal 2026 Dimulai, Hector Souto Akui Indonesia Minim Pengalaman
SinPo.id - Piala Asia Futsal 2026 resmi dimulai pada Selasa 27 Januari 2026, dengan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Turnamen empat tahunan ini menghadirkan persaingan ketat sejak fase grup, khususnya di Grup A yang dihuni Indonesia, Korea Selatan, Irak, dan Kirgistan.
Seluruh tim peserta menyatakan kesiapan mereka jelang laga pembuka. Pelatih Korea Selatan, Paulo Fernandes, mengaku antusias menghadapi pertandingan perdana melawan Indonesia yang akan digelar di Indonesia Arena, Jakarta.
“Bermain di Indonesia tentu akan menjadi pengalaman menarik yang sudah ditunggu para pemain, apalagi pertandingan ini akan ditonton banyak orang. Yang utama, kami datang untuk meraih kemenangan,” ujar Paulo Fernandes dalam jumpa pers, Senin.
Sementara itu, Irak tetap memasang target tinggi meski datang dengan skuad yang didominasi pemain baru. Pelatih Irak, Joao Carlos, menegaskan ambisi timnya untuk melangkah jauh di turnamen ini.
“Kami datang ke Indonesia dengan tujuan menang. Meski lebih dari 40 persen pemain kami adalah wajah baru, target kami tetap lolos ke babak selanjutnya. Ini pengalaman berharga bagi pemain di level Asia,” kata Joao.
Keseriusan juga ditunjukkan Kirgistan. Pelatih Nurjan Djetybaev menyebut timnya sengaja datang lebih awal ke Jakarta demi persiapan maksimal.
“Semua negara ingin menang, begitu juga kami. Kami datang lebih awal untuk mempersiapkan semuanya dengan sebaik mungkin,” ujarnya.
Di sisi tuan rumah, pelatih tim nasional futsal Indonesia Hector Souto menegaskan bahwa staf pelatih telah melakukan analisis mendalam terhadap seluruh lawan di Grup A. Namun, ia juga secara terbuka mengakui bahwa skuad Garuda masih minim pengalaman bersaing di level Asia.
“Kami menganalisis mereka dengan sangat detail. Kirgistan mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam satu tahun terakhir, sering melakukan pemusatan latihan dan pertandingan di Eropa, serta memiliki fondasi yang kuat sejak era Juiz Bernat hingga dilanjutkan oleh Coach Djetybaev,” kata Souto.
Ia menilai Kirgistan tampil impresif di bawah kepemimpinan Djetybaev dan mampu menjadi juara grup pada babak kualifikasi. Hal serupa juga ditunjukkan Irak yang keluar sebagai juara Grup F.
“Irak juga juara grup. Rekam jejak pelatih mereka sudah sangat dikenal, begitu juga Paulo Fernandes yang pernah melatih klub besar seperti Benfica dan Sporting,” ujarnya.
Souto turut menyoroti kekuatan Korea Selatan yang dinilainya memiliki konsistensi pertahanan tinggi.
“Dalam empat pertandingan terakhir mereka hanya kebobolan dua gol. Mereka imbang melawan Thailand dan bisa mengalahkan Bahrain,” katanya.
Meski berstatus tuan rumah dan datang dengan modal emas SEA Games 2025, Souto memilih meredam ekspektasi publik. Menurutnya, capaian di Asia Tenggara tidak bisa dijadikan tolok ukur menghadapi persaingan di level Asia.
“Sejujurnya, di Asia Indonesia belum berjalan. Kami punya pengalaman di Asia Tenggara, tetapi bukan di Asia. Kirgistan pernah hampir lolos ke Piala Dunia futsal, kami belum punya pengalaman seperti itu,” ucapnya.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan fokus tim saat ini adalah menjalani setiap pertandingan seperti final, dimulai dari laga pembuka melawan Korea Selatan.
“Kami hanya fokus pada pertandingan pertama melawan Korea, setelah itu Kirgistan, lalu Irak. Kami tidak memikirkan hal lain. Tujuan kami adalah bertumbuh. Semakin lama kami bisa bertahan di kompetisi ini, semakin baik untuk perkembangan tim,” pungkas Souto.
Piala Asia Futsal 2026 akan berlangsung hingga 7 Februari. Selain Grup A, Grup B dihuni Thailand, Vietnam, Kuwait, dan Lebanon. Grup C diisi Jepang, Uzbekistan, Tajikistan, dan Australia, sementara Grup D mempertemukan Iran, Afghanistan, Arab Saudi, dan Malaysia.
