Partai Gema Bangsa Dukung Prabowo, Waketum: Demi Kedaulatan Bangsa

Laporan: Sigit Nuryadin
Senin, 26 Januari 2026 | 19:57 WIB
Waketum Partai Gema Bangsa Joko Kanigoro (SinPo.id/ Dok. Partai Gema Bangsa)
Waketum Partai Gema Bangsa Joko Kanigoro (SinPo.id/ Dok. Partai Gema Bangsa)

SinPo.id - Partai Gema Bangsa mendukung Prabowo Subianto kembali maju pada Pilpres 2029. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Deklarasi Nasional di JICC Jakarta, Sabtu 17 Januari 2026 lalu.

Waketum Partai Gema Bangsa Joko Kanigoro menegaskan, keputusan ini bukanlah pilihan pragmatis apalagi sekadar menumpang pada kekuasaan. Keputusan ini adalah keputusan politik yang sadar, keras dan penuh risiko, yaitu menempatkan Prabowo Subianto sebagai alat sejarah.

"Sebagai jalan transisi dan sebagai palu untuk menghantam struktur lama yang membuat Indonesia terus terjebak sebagai bangsa setengah merdeka," kata Joko dalam keterangannya, Senin, 26 Januari 2026.

Diungkapkan Joko, Indonesia hari ini belum benar-benar mandiri dan berdaulat. Indonesja masih hidup dalam ekonomi yang dikendalikan oleh modal besar, tunduk pada kepentingan global, dan masih disandera oleh oligarki yang menyusup ke dalam negara.

"Pemilu datang dan pergi, wajah kekuasaan berganti tetapi struktur penindasan tetap berdiri kokoh. Demokrasi hanya menjadi panggung sirkulasi elite dan bukan alat pembebasan rakyat," katanya.

Dalam konteks inilah, sambung Joko, Prabowo Subianto tidak boleh dibaca sebagai figur biasa. Meski dia bukan tujuan akhir, tapi dia adalah fase. Dia adalah alat transisi sejarah yang telah dibuktikan dengan segenap prestasi dalam menjalankan pemerintahannya hingga saat ini berpihak pada kepentingan rakyat dan membangkitkan kembali martabat bangsa di mata bangsa-bangsa lain.

"Dukungan pada Pilpres 2029 harus dipahami sebagai upaya merebut kembali negara dari tangan para pemilik modal, para perampok sumber daya dan para makelar kekuasaan," terangnya.

Periode 2029-2034, tambah Joko, harus dijadikan masa konsolidasi negara dengan memperkeras kedaulatan ekonomi, menegakkan kembali wibawa negara atas pasar dan memutus ketergantungan struktural pada asing dan oligarki domestik.

Gema Bangsa mengingatkan, Indonesia tak akan pernah menjadi negara besar jika negara terus kalah dari pemilik uang. Indonesia tidak akan pernah bermartabat jika kebijakan publik terus ditulis oleh kepentingan korporasi. Indonesia tidak akan pernah mandiri jika elite politik hanya berani mengelola, tetapi tidak pernah berani merombak.

Karena itu, roadmap politik menuju Indonesia 2045 bukan roadmap basa-basi. Ini adalah roadmap pertarungan. Karenanya, dalam menjalankan roadmap politik Partai Gema Bangsa, Prabowo Subianto adalah satu-satunya figur yang diyakikini dan terbukti memiliki keberanian.

"Untuk diposisikan sebagai figur yang mampu memimpin fase penertiban, fase penataan ulang dan fase pemaksaan kehendak negara atas kepentingan pasar," tuturnya.

Dukungan terhadap Pabowo, jelas Joko,  juga untuk menghindari spekulasi politik dalam menjalankan visi dan roadmap politik Partai Gema Bangsa. Karena jika gagal, maka pergantian pemerintahan hanya akan menjadi episode lain dari kekuasaan yang tidak mengubah apa-apa.

Selain itu, ditegaskannyaa, dukungan Partai Gema Bangsa terhadap Prabowo bukanlah dukungan buta dan jinak. Dukungan ini penuh syarat. Di bawah Pemerintahan Prabowo saat ini dan yang akan datang, negara harus lebih kuat dari oligarki, politik harus lebih berdaulat dari modal dan ekonomi harus kembali tunduk pada kepentingan nasional.

Partai Gema Bangsa berkomitmen akan terus mengawal dan menjaga visi dan roadmap politik ini hingga Tahun 2045 agar setiap periode pemerintahan tidak menjadikan tujuan Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi perayaan kosong.

Maka dalam menciptakan sistem yang berpijak pada kemandirian dan kedaulatan yang sesungguhnya, langkah awalnya dengan menjaga pemerintahan Prabowo Subianto periode 2024 hingga 2029 dan mendukung untuk maju kembali pada Pilpres 2029 sebagai dukungan yang berkelanjutan dalam mengawal visi dan roadmap politik jangka panjang Partai Gema Bangsa.

Bagi Gema Bangsa, visi kemandirian dan kedaulatan tidak pernah lahir dari kompromi yang pengecut. Ia selalu lahir dari konflik, keberanian dan keputusan politik yang memutus masa lalu.

"Jika 2029 adalah pintu, maka Prabowo Subianto harus menjadi palu yang menghancurkan engsel lama. Jika 2045 adalah tujuan, maka hari ini adalah medan tempur penentu: apakah Indonesia akan berdiri sebagai bangsa mandiri atau selamanya menjadi republik yang dikelola tapi tidak pernah mandiri dan berdaulat," pungkasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI