Legislator Demokrat Dorong Komdigi Antisipasi Kebebasan AI di Ruang Digital
SinPo.id - Anggota Komisi I DPR RI Mulyadi mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan langkah konkret dalam mengantisipasi dampak kebebasan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di ruang digital.
Ini disampaikan Mulyadi dalam rapat kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkodigi) Meutya Hafid dan jajaran. Mulyadi menilai kebebasan AI di media sosial membuat sulit menentukan kebenaran dari sebuah informasi.
"Di media sosial itu sekarang agak bingung, mana yang benar mana yang enggak benar itu sudah enggak jelas, apalagi sekarang sudah ada AI," kata Mulyadi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.
Oleh karena itu, Legislator dari Fraksi Partai Demokrat ini meminta Menkodigi menjelaskan secara komprehensif terkait langkah-langkah yang disiapkan Komdigi untuk mengantisipasi beredarnya informasi-informasi hoaks di media sosial.
"Maka dari itu sejauh mana antisipasi dari Komdigi untuk memberikan informasi yang akurat ke masyarakat karena begitu bebasnya ruang digital saat ini dengan teknologi yang begitu maju," ucapnya.
Ketua DPD Partai Demokrat Sumatra Barat (Sumbar) ini mengingatkan kesiapan negara dalam hal ini Komdigi dalam mengantisipasi dampak terburuk dari kebebasan AI di ruang digital. Ketidaksiapan negara diyakini akan berpengaruh terhadap nasib generasi muda.
"Dan tentu ini kalau tidak kita lakukan antisipasi dari awal ini akan berpengaruh terhadap generasi muda kita," kata Mulyadi.
Di samping dari itu, Mulyadi juga meminta Komdigi menjelaskan perbandingan kesiapan pemerintah dengan negara lain dalam meminimalkan dampak terburuk dari kebebasan AI di ruang digital.
"Apa ada perbandingan di negara tetangga kita misalnya Singapura atau negara lain, seperti apa mereka memposisikan dan menyeleksi sehingga informasi yang muncul di ruang digital itu tidak menyesatkan atau menimbulkan dampak yang negatif," kata Mulyadi.
