Pakar ITB Ingatkan Warga Waspada, Cisarua Masih Berpotensi Longsor Susulan
SinPo.id - Pakar geologi longsoran Institut Teknologi Bandung (ITB), Imam Achmad Sadisun, mengingatkan potensi bahaya susulan di lokasi longsor wilayah Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sebab, masih ditemukannya indikasi sumbatan-sumbatan di bagian hulu sungai.
"Jika hujan kembali terjadi dengan intensitas tinggi, akumulasi air di balik sumbatan-sumbatan tersebut berpotensi kembali jebol dan kembali memicu aliran lumpur yang membahayakan wilayah hilir," kata Imam dalam keterangannya, Senin, 26 Januari 2026.
Imam menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda alam, sebagai langkah mitigasi non-struktural. Salah satu indikator yang kerap diabaikan adalah menyusut atau hilangnya aliran air sungai secara tiba-tiba saat hujan masih berlangsung, yang dapat menandakan adanya sumbatan atau pembendungan di bagian hulu.
"Jika sungai yang biasanya mengalir tiba-tiba surut saat hujan lebat, masyarakat harus waspada dan segera menjauh dari alur sungai," katanya.
Imam berharap, melalui kejadian ini, pemahaman masyarakat terhadap bahaya longsoran tidak lagi terbatas pada peristiwa runtuhnya suatu lereng. Namun, juga mencakup risiko aliran bermuatan sedimen, hingga aliran lumpur/debris dari hulu yang dapat terjadi tanpa kejelasan tanda visual di area permukiman.
Lebih lanjut, Imam menerangkan, peristiwa longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, tidak hanya dipahami sebagai dampak alih fungsi lahan. Kejadian ini merupakan hasil interaksi faktor alamiah yang kompleks dengan berbagai faktor manusia. Di mana, menghasilkan mekanisme aliran lumpur (mudflow) yang dipicu oleh kejadian longsoran di bagian hulu sistem alirannya.
Terlebih, wilayah Kabupaten Bandung Barat termasuk dalam lingkungan geologi yang berada pada produk-produk vulkanik tua. Dan, secara alamiah memiliki lapisan pelapukan yang relatif tebal.
Batas antara tanah hasil pelapukan dan batuan dasar yang relatif lebih kedap air, kerap menjadi bidang gelincirnya. Kondisi ini semakin diperlemah oleh hujan dalam durasi panjang, yang menyebabkan air meresap dan mengisi pori-pori tanah hingga jenuh.
"Ketika pori-pori tanah sudah jenuh oleh air, kekuatan geser material pembentuk lereng akan menurun drastis. Pada kondisi inilah lereng sering tidak lagi mampu menahan beratnya sendiri," paparnya.
Bagi Imam, pemicu longsor tak hanya ditentukan oleh durasi hujan, melainkan juga oleh intensitasnya. Dalam ilmu kebumian dikenal hubungan antara durasi dan intensitas hujan. Hujan dengan intensitas sedang namun berlangsung lama, sama berbahayanya dengan hujan sangat lebat dalam durasi yang singkat.
Salah satu temuan penting dalam kejadian ini adalah adanya indikasi longsoran, di hulu salah satu sungai pada sistem lereng selatan Gunung Burangrang, yang menutup alur sungai tersebut dan membentuk sumbatan atau bendungan alam (landslide dam). Akibat tertutupnya alur sungai, aliran air tertahan sementara dan membentuk genangan di bagian hulu, bersamaan dengan akumulasi sedimen berupa lumpur, pasir, hingga bongkah batu.
Ketika bendungan alam ini tidak lagi mampu menahan tekanan air dalam volume tertentu, bendungan jebol dan memicu aliran lumpur (mudflow) ke arah hilir mengikuti jalur sungai yang ada.
Meskipun sebagian besar area terdampak berada pada zona kerentanan longsoran yang relatif rendah hingga menengah secara regional, Imam menekankan bahwa area-area tersebut, terutama lokasi permukiman, berada di sempadan sungai yang berisiko tinggi terlanda aliran lumpur dan bahkan aliran debris dari bagian hulu.
"Bahaya tidak selalu berasal dari lereng tempat rumah tersebut berada, tetapi bisa datang dari sistem aliran yang terhubung langsung dengan lereng terjal di bagian hulunya," katanya.
Imam juga menyoroti pentingnya vegetasi dalam menjaga stabilitas lereng. "Selain berfungsi secara mekanik melalui perakaran yang meningkatkan kohesivitas tanah, vegetasi juga berperan secara hidrologis dengan memperlambat kejenuhan tanah oleh air hujan," tukasnya.

