Kaca KA Jayakarta Premium Pecah Dilempar Batu, KAI Daop 7 Madiun Amankan Empat Anak

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 26 Januari 2026 | 00:09 WIB
Ilustrasi kereta api. (SinPo.id/Ashar)
Ilustrasi kereta api. (SinPo.id/Ashar)

SinPo.id -  PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun menindak tegas aksi pelemparan batu terhadap Kereta Api Jayakarta Premium relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen yang terjadi di petak jalan Bagor–Saradan, Kabupaten Nganjuk.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan tim pengamanan berhasil mengamankan empat anak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut di sekitar KM 120+7 petak Bagor–Nganjuk. Dari hasil pemeriksaan awal, dua anak mengakui telah melakukan pelemparan batu ke arah rangkaian kereta.

“Begitu menerima laporan, petugas pengamanan langsung bergerak ke lokasi, melakukan penyisiran, dan mengamankan empat anak. Dua di antaranya mengakui perbuatannya,” ujar Tohari, Senin 26 Januari 2026

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi serta petugas di lapangan, aksi vandalisme tersebut mengakibatkan kaca pecah pada rangkaian Kereta Premium 6 dengan nomor sarana K301733 TD pada posisi 16Ab–17Ab. Meski demikian, perjalanan kereta tetap dapat dilanjutkan dengan pengamanan tambahan.

Selanjutnya, keempat anak tersebut dibawa ke Stasiun Nganjuk untuk dimintai keterangan sebelum diserahkan ke Polsek Nganjuk Kota dengan pendampingan orang tua masing-masing. Hasil koordinasi dengan pihak kepolisian menyepakati penyelesaian melalui proses mediasi, disertai kewajiban penggantian biaya kerusakan kaca oleh orang tua pelaku.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk pembelajaran, efek jera, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebagai upaya pencegahan, KAI Daop 7 Madiun juga merencanakan sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api di sekolah para pelaku pada pekan depan. Edukasi ini bertujuan menanamkan pemahaman sejak dini mengenai bahaya serta konsekuensi hukum dari tindakan pelemparan terhadap kereta api yang sedang melintas.

“KAI sangat menyayangkan masih terjadinya aksi vandalisme berupa pelemparan kereta api. Tindakan ini sangat berbahaya, tidak hanya bagi awak dan penumpang, tetapi juga bagi pelaku itu sendiri,” tegas Tohari.

KAI Daop 7 Madiun mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak beraktivitas di sekitar jalur rel serta segera melapor kepada petugas jika melihat potensi gangguan keamanan di lingkungan perkeretaapian.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI