Harga Emas Antam Cetak Rekor Baru Rp 2.887.000 per Gram, Analis Prediksi Bisa Tembus Rp 3 Juta
SinPo.id - Harga emas batangan bersertifikat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Sabtu (24/1/2026). Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp 7.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.880.000 menjadi Rp 2.887.000 per gram.
Kenaikan ini melanjutkan tren positif harga emas setelah sehari sebelumnya, Jumat (23/1/2026), emas Antam melonjak tajam Rp 90.000 dan memecahkan rekor all time high (ATH). Seiring kenaikan harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik Rp 7.000 menjadi Rp 2.722.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.715.000 per gram.
Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback (spread) emas Antam hari ini tercatat sebesar Rp 165.000 per gram. Selisih ini menjadi faktor penting yang wajib diperhitungkan oleh calon investor emas batangan, khususnya bagi mereka yang berorientasi jangka pendek.
Antam selama ini memang menetapkan dua harga untuk emas batangan, yakni harga jual dan harga buyback. Harga jual berlaku saat konsumen membeli emas di gerai Logam Mulia, sedangkan harga buyback adalah harga saat konsumen menjual kembali emas ke Antam. Artinya, jika seseorang membeli emas pagi hari di harga Rp 2.887.000 per gram, lalu menjualnya kembali di hari yang sama, emas tersebut hanya dihargai Rp 2.722.000 per gram.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa emas batangan lebih cocok sebagai instrumen investasi jangka panjang. Dalam jangka waktu panjang, kenaikan harga emas diharapkan mampu menutup selisih harga jual dan buyback sekaligus memberikan keuntungan.
Berdasarkan simulasi perhitungan Logam Mulia, investor yang membeli emas pada 17 Januari 2026 di harga Rp 2.663.000 per gram saat ini masih mencatatkan potensi keuntungan sekitar 2,22 persen. Sementara mereka yang membeli pada 24 Januari 2025 di harga Rp 1.608.000 per gram, berpotensi meraup keuntungan hingga 69,28 persen. Bahkan, pembelian emas pada April 2024 di harga Rp 1.320.000 per gram kini menghasilkan potensi keuntungan lebih dari 106 persen.
Kenaikan harga emas Antam juga diperkirakan belum akan berhenti. Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga emas batangan Antam masih berpeluang menguat pada awal pekan depan. Ia memperkirakan harga emas akan bergerak di kisaran Rp 2.920.000 hingga Rp 2.950.000 per gram, bahkan berpotensi menembus level psikologis Rp 3.000.000 per gram.
“Kemungkinan range logam mulia Antam berada di Rp 2,92 juta sampai Rp 2,95 juta per gram. Minggu depan juga bisa menyentuh Rp 3 juta per gram,” ujar Ibrahim, Sabtu 24 Januari 2026.
Berikut daftar harga pecahan emas batangan Antam yang tercatat di Logam Mulia pada Sabtu (24/1/2026), belum termasuk pajak: emas 0,5 gram Rp 1.493.500; 1 gram Rp 2.887.000; 2 gram Rp 5.714.000; 3 gram Rp 8.546.000; 5 gram Rp 14.210.000; 10 gram Rp 28.365.000; 25 gram Rp 70.787.000; 50 gram Rp 141.495.000; 100 gram Rp 282.912.000; 250 gram Rp 707.015.000; 500 gram Rp 1.413.820.000; dan 1.000 gram Rp 2.827.600.000.
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Sementara penjualan kembali emas dengan nilai di atas Rp 10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP, yang dipotong langsung dari nilai buyback.
Dengan tren kenaikan yang masih kuat, emas Antam terus menjadi instrumen lindung nilai favorit di tengah dinamika pasar keuangan dan fluktuasi nilai tukar, meski investor tetap diimbau mencermati risiko serta selisih harga jual dan buyback sebelum bertransaksi.
