Legislator DKI soal Pramono atasi Banjir Jakarta

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 25 Januari 2026 | 01:43 WIB
Patroli polisi di lokasi terdampak banjir Karawang (SinPo.id/ Humas Polri)
Patroli polisi di lokasi terdampak banjir Karawang (SinPo.id/ Humas Polri)

SinPo.id -  Anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Adrian Untayana mengatakan warga Jakarta menunggu terobosan nyata dari Gubernur Pramono Anung dalam mengatasi persoalan banjir yang berulang. Menurut dia, banjir tidak bisa ditangani secara parsial dan membutuhkan fokus pada akar masalah.

“Masyarakat mengharapkan terobosan dalam penanggulangan banjir. Isu ini tidak bisa diatasi secara ketengan, tapi harus fokus menyisir akar-akar permasalahannya,” kata Justin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 24 Januari 2026.

Justin menyebut setidaknya ada tiga penyebab utama banjir di Jakarta. Penyebab pertama  banjir lokal akibat curah hujan tinggi yang tidak mampu ditampung sistem drainase kota. Dia menilai kondisi ini diperparah oleh tata kota yang semrawut dan minimnya ruang terbuka hijau.

“Kita menghadapi curah hujan yang tinggi. Sementara debit air yang besar sudah tidak bisa ditampung lagi oleh saluran-saluran air karena tata kota yang menghambat aliran serta pengembangan jaringan saluran mikro,” tuturnya. 

Dia mencontohkan banyak bangunan seperti ruko, rumah, dan gedung yang menutup saluran air atau mencaplok area resapan. Karena itu, Justin meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tegas menerapkan kewajiban 30 persen areal resapan hijau dalam setiap pembangunan, termasuk perumahan.

Selain itu, Justin menyoroti eksploitasi air tanah oleh gedung-gedung dan perkantoran yang menyebabkan penurunan muka tanah dan memperparah banjir. Menurut dia, pelanggaran tersebut sebenarnya mudah ditelusuri. 

“Tinggal dicek apakah tagihan PAM bulanan mereka wajar atau tidak dengan kegiatan usahanya,” ujar Justin. 

Penyebab kedua banjir, kata Justin, yakni air kiriman dari daerah hulu. Dia menyebut, curah hujan tinggi di wilayah seperti Bogor membuat sungai-sungai utama, termasuk Ciliwung dan Sunter, meluap dan berdampak pada permukiman di Jakarta.

“Tanpa hujan pun pemukiman di sekitar sungai-sungai utama dapat terdampak banjir, apalagi bila ditambah curah hujan,” ucap dia. 

Adapun penyebab ketiga ialah banjir rob di wilayah pesisir akibat kenaikan permukaan laut dan penurunan muka tanah. Kondisi ini, kata Justin, semakin mengancam warga yang tinggal di kawasan pesisir Jakarta.

Justin pun mendorong Gubernur Pramono dan Wakil Gubernur Rano Karno memprioritaskan penanggulangan banjir dalam alokasi waktu dan anggaran Pemprov DKI Jakarta. Dia menilai fokus tersebut perlu dilakukan sejak awal masa jabatan.

“Bila memang mau mengatasi banjir, maka program dan anggaran harus diprioritaskan untuk penanggulangan banjir dalam waktu satu hingga dua tahun dari lima tahun jabatannya,” imbuh dia. 

Dia juga menilai langkah penanganan banjir yang selama ini dilakukan Pemprov DKI masih bersifat parsial dan belum menyentuh skala persoalan yang sebenarnya. 

“Penanganan saat banjir terjadi sekarang ini sesungguhnya hanya bagian kecil dari seluruh rangkaian upaya yang semestinya dikonsentrasikan gubernur,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI